- Menkop larang Alfamart & Indomaret ekspansi ke desa demi Koperasi Merah Putih.
- Keuntungan ritel di desa harus kembali ke warga, bukan ke pemegang saham kota.
- Pembangunan 85.000 unit Koperasi Desa ditargetkan rampung mulai Maret 2026.
Suara.com - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengeluarkan pernyataan kontroversial soal memproteksi ekonomi arus bawah. Ia secara tegas meminta dua raksasa ritel modern, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) pengelola Alfamart dan Indomaret untuk menghentikan penambahan gerai baru di wilayah pedesaan.
Ferry menilai, dominasi ritel modern di pelosok justru menjadi "penyedot" likuiditas desa ke kota. Sebaliknya, ia mendorong Koperasi Desa (Kopdes) untuk mengambil alih peran tersebut agar perputaran uang tetap berada di tangan masyarakat lokal.
"Saya bilang stop bikin ritel modern di desa. Biarkan di desa itu koperasi yang jualan barang-barangnya," tegas Ferry dalam sebuah bincang daring, dikutip Jumat (20/2/2026).
Secara ekonomi, Ferry menyoroti ketimpangan distribusi keuntungan. Menurutnya, keuntungan dari gerai ritel modern di desa ujung-ujungnya lari ke kantong pemegang saham di kota besar. Sementara itu, jika dikelola koperasi, sisa hasil usaha (SHU) akan kembali dinikmati oleh warga desa sebagai anggota.
Meski membatasi ekspansi, Ferry tidak menutup pintu kolaborasi sepenuhnya. Produk-produk yang belum mampu diproduksi oleh koperasi masih diperbolehkan dipasok oleh peritel modern.
Namun, ia juga melempar tantangan bagi pelaku UMKM daerah untuk mulai memproduksi kebutuhan harian secara mandiri.
Target Produk: Sabun, sampo, deterjen, kecap, hingga sambal.
Dukungan Pemerintah: Penyiapan ekosistem, kurasi produk, hingga akses pembiayaan bagi generasi muda untuk membentuk koperasi produktif.
Keseriusan Kemenkop bukan isapan jempol. Pemerintah tengah memacu pembangunan fisik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan skala masif. Sebanyak 60.000 unit akan dibangun menggunakan desain tunggal demi percepatan, sementara 20.000 unit lainnya menyesuaikan geografis desa.
Baca Juga: Daftar Harga Kurma di Alfamart Terbaru, Ini 6 Manfaatnya untuk Buka Puasa
"Kami menargetkan setiap koperasi selesai dibangun dalam waktu 3 bulan agar bisa beroperasi pada Maret-April 2026," jelas Ferry di hadapan Komisi VI DPR.
KDMP disyaratkan berdiri di atas tanah minimal 1.000 meter persegi pada titik strategis desa. Proyek prestisius ini diharapkan menjadi benteng baru ekonomi kerakyatan sekaligus menyaingi efisiensi ritel modern yang selama ini mendominasi pasar domestik.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern
-
Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global
-
Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja
-
FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia
-
Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026
-
Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026
-
Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026
-
Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
-
OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE
-
Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit