Bisnis / Keuangan
Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:01 WIB
Menteri Koperasi Ferry Juliantono meminta Alfamart dan Indomaret tak ekspansi ke desa karena mengancam keberadaan Koperasi Merah Putih [ANTARA FOTO/Galih Pradipta/tom]
Baca 10 detik
  • Menkop larang Alfamart & Indomaret ekspansi ke desa demi Koperasi Merah Putih.
  • Keuntungan ritel di desa harus kembali ke warga, bukan ke pemegang saham kota.
  • Pembangunan 85.000 unit Koperasi Desa ditargetkan rampung mulai Maret 2026.

Suara.com - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengeluarkan pernyataan kontroversial soal memproteksi ekonomi arus bawah. Ia secara tegas meminta dua raksasa ritel modern, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) pengelola Alfamart dan Indomaret untuk menghentikan penambahan gerai baru di wilayah pedesaan.

Ferry menilai, dominasi ritel modern di pelosok justru menjadi "penyedot" likuiditas desa ke kota. Sebaliknya, ia mendorong Koperasi Desa (Kopdes) untuk mengambil alih peran tersebut agar perputaran uang tetap berada di tangan masyarakat lokal.

"Saya bilang stop bikin ritel modern di desa. Biarkan di desa itu koperasi yang jualan barang-barangnya," tegas Ferry dalam sebuah bincang daring, dikutip Jumat (20/2/2026).

Secara ekonomi, Ferry menyoroti ketimpangan distribusi keuntungan. Menurutnya, keuntungan dari gerai ritel modern di desa ujung-ujungnya lari ke kantong pemegang saham di kota besar. Sementara itu, jika dikelola koperasi, sisa hasil usaha (SHU) akan kembali dinikmati oleh warga desa sebagai anggota.

Meski membatasi ekspansi, Ferry tidak menutup pintu kolaborasi sepenuhnya. Produk-produk yang belum mampu diproduksi oleh koperasi masih diperbolehkan dipasok oleh peritel modern.

Namun, ia juga melempar tantangan bagi pelaku UMKM daerah untuk mulai memproduksi kebutuhan harian secara mandiri.

Target Produk: Sabun, sampo, deterjen, kecap, hingga sambal.

Dukungan Pemerintah: Penyiapan ekosistem, kurasi produk, hingga akses pembiayaan bagi generasi muda untuk membentuk koperasi produktif.

Keseriusan Kemenkop bukan isapan jempol. Pemerintah tengah memacu pembangunan fisik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dengan skala masif. Sebanyak 60.000 unit akan dibangun menggunakan desain tunggal demi percepatan, sementara 20.000 unit lainnya menyesuaikan geografis desa.

Baca Juga: Daftar Harga Kurma di Alfamart Terbaru, Ini 6 Manfaatnya untuk Buka Puasa

"Kami menargetkan setiap koperasi selesai dibangun dalam waktu 3 bulan agar bisa beroperasi pada Maret-April 2026," jelas Ferry di hadapan Komisi VI DPR.

KDMP disyaratkan berdiri di atas tanah minimal 1.000 meter persegi pada titik strategis desa. Proyek prestisius ini diharapkan menjadi benteng baru ekonomi kerakyatan sekaligus menyaingi efisiensi ritel modern yang selama ini mendominasi pasar domestik.

Load More