Suara.com - 1000 hari pertama kehidupan merupakan periode emas yang menentukan kehidupan seorang manusia di masa mendatang. Apabila pembentukan pola makan sehat sudah dilakukan sejak bayi maka besar kemungkinan di saat dewasa kebutuhan gizi seseorang akan terus terpenuhi.
Aturan ini juga berlaku untuk urusan mengasup sayur dan buah-buahan. Lanatas, bagaimana caranya agar anak terbiasa mengonsumsi sayuran sejak bayi?
Menurut Guru Besar di Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, Prof. Dr. Agus Firmansyah SpA(K), sejak usia 6 bulan ke atas, anak bisa diperkenalkan dengan MPASI (makanan pendamping ASI) dalam beragam tekstur, tampilan dan rasa untuk memenuhi jumlah nutrisi yang komprehensif seiring dengan pertambahan usia. Pada masa inilah anak bisa mulai diperkenalkan pada sayur dan buah secara bertahap dan teratur.
"Banyak cara menarik yang sebenarnya bisa dilakukan ibu untuk membuat anaknya suka makan sayur. Misal dengan memberikan buah dalam bentuk jus, atau menambahkan sayur dalam nasi tim atau bubur. Kemudian secara bertahap beralih ke makanan padat seperti yang dimakan orang dewasa," kata Prof Agus pada 'Nutritalk: Pembentukan Pola Makan Sehat Sejak Dini' di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Saat memberi sayur dan buah pada periode transisi, Prof Agus mengingatkan agar orangtua membiasakan anak mengonsumsi satu jenis sayur dan buah selama beberapa hari untuk melatih kemampuan indera pengecap anak.
"Buah dan sayur kan teksturnya agak kasar jadi jangan langsung memberikan bermacam-macam jenisnya. Misal pisang dulu seminggu nanti diganti lagi. Ibu mesti pintar mengolah agar disukai anak," imbuhnya.
Prof Agus menuturkan bahwa kandungan serat, prebiotik, vitamin dan mineral yang terkandung dalam buah dan sayuran sangat dibutuhkan anak pada masa tumbuh kembangnya. Jika kebutuhan akan sayur dan buah terpenuhi sejak kecil, maka saluran cerna dan sistem kekebalan tubuh anak akan lebih sehat.
"Kecukupan serat sejak dini menurunkan risiko terkena berbagai penyakit seperti peradangan, alergi, diare, jantung, kanker, dan tekanan darah tinggi saat dewasa," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Membiayai Anak Bukan Lisensi untuk Menghapus Privasinya
-
Trauma Masa Kecil: Luka yang Berawal dari Hal-hal yang Dianggap Sepele
-
Bocah Jenius atau Terlatih? Mengenal Nala, Anak TK yang Fasih Bicara Soal Biomedis
-
Eco Parenting, Cara Sederhana Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan pada Anak
-
Satu Tante yang Teredukasi Bisa Berdayakan Satu Keluarga, Gimana Caranya?
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali
-
Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar
-
Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun
-
Smart Stick Berbasis AI Karya Siswa Indonesia Dilirik Profesor China, Apa Keunggulannya?
-
Gamer Siap-Siap! Nintendo Switch dan Switch 2 Bakal Resmi Masuk Indonesia Desember 2026