- Sertifikasi Cambridge English CELTA menjadi prasyarat penting untuk mengukur standar kompetensi pengajar bahasa Inggris secara global.
- Program CELTA adalah pelatihan intensif berbasis praktik selama minimal 120 jam yang meliputi teori dan pengalaman mengajar nyata.
- Data Januari–September 2025 menunjukkan CELTA diminta dalam 63,5% iklan lowongan pengajaran bahasa Inggris di 41 negara.
Suara.com - Di tengah meningkatnya mobilitas studi dan kerja lintas negara, kemampuan bahasa Inggris kini bukan lagi sekadar nilai tambah di CV.
Bahasa Inggris telah menjadi prasyarat dasar untuk mengakses peluang global, baik untuk melanjutkan pendidikan, berkarier di perusahaan multinasional, maupun terlibat dalam kolaborasi lintas budaya dan industri.
Namun, di balik kebutuhan akan bahasa Inggris yang mumpuni, ada satu aspek yang kian mendapat sorotan: kualitas pengajarnya.
Dasar kerja internasional tidak lagi hanya melihat siapa yang bisa berbahasa Inggris, tetapi juga siapa yang mampu mengajarkannya dengan standar yang terukur dan diakui secara global.
Di sinilah sertifikasi seperti Cambridge English CELTA (Certificate in Teaching English to Speakers of Other Languages) menjadi relevan.
Program ini bukan sekadar pelatihan teori mengajar, melainkan kualifikasi profesional yang menempatkan kompetensi pengajar pada ukuran yang jelas dan terstruktur.
CELTA dirancang sebagai pelatihan intensif berbasis praktik. Programnya mencakup minimal 120 jam pembelajaran yang memadukan teori inti dengan pengalaman mengajar nyata di kelas.
Peserta tidak hanya mempelajari konsep pengajaran, tetapi juga langsung mempraktikkannya di bawah supervisi tutor berpengalaman, mendapatkan umpan balik terstruktur, serta dinilai melalui praktik mengajar dan tugas tertulis.
Pendekatan ini memastikan bahwa setiap lulusan tidak hanya memahami metodologi, tetapi mampu menerapkannya secara efektif dalam konteks kelas yang beragam.
Baca Juga: Cara MMSGI Genjot Kualitas SDM lewat Pendidikan
Dalam prosesnya, peserta dibekali pemahaman mendalam tentang karakteristik peserta didik, peran pengajar, proses pembelajaran, serta analisis bahasa dan kesadaran berbahasa.
Mereka juga dilatih mengembangkan empat keterampilan utama, yakni membaca, mendengar, berbicara, dan menulis melalui perencanaan pembelajaran yang terarah dan penggunaan sumber daya yang relevan.
Yang tak kalah penting, peserta dibiasakan untuk melakukan refleksi dan perbaikan berkelanjutan, sebuah fondasi profesionalisme yang sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan global.
Relevansi CELTA juga tercermin dari data terbaru. Dalam rilis resmi Cambridge English pada 20 Januari 2026, hasil studi terhadap 200 iklan lowongan pengajaran bahasa Inggris di 41 negara (periode Januari–September 2025) menunjukkan bahwa CELTA diminta pada 63,5 persen iklan secara global.
Angka ini menegaskan bahwa CELTA bukan sekadar sertifikat tambahan, melainkan salah satu kualifikasi yang paling sering dijadikan rujukan kualitas minimum oleh pemberi kerja internasional.
Di Indonesia, program ini diselenggarakan oleh UniSadhuGuna Testing Centre (UTC), centre resmi Cambridge English yang berlisensi menyelenggarakan CELTA.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?