Suara.com - Makanan Cina, Arab, atau Eropa sudah jamak di Jakarta. Anda nyaris bisa menemukannya di mana saja. Tetapi bagaimana dengan makanan Afrika? Jangan bingung. Anda bisa menemukan makanan langka Afrika di Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Restoran yang bernama Sate Afrika itu terletak di Jalan KS Tubun No. 6, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Restoran milik Ismail Coulibaly itu mengandalkan menu sate domba lembut yang dinikmati dengan sepiring pisang goreng.
Ismail membawa sate tersebut dari negara asalnya yakni Mali. Di Afrika, sate dinikmati dengan makanan pokok penduduk setempat yakni pisang atau roti.
"Menikmati Sate Afrika harus dengan pisang atau roti, karena itu merupakan kebudayaan dari tempat asal sate ini," kata Coulibaly, di Jakarta, Rabu (26/8/2015).
"Saya tidak mau memisahkan keduanya karena itu kebudayaan makan di Afrika. Kalau enggak ada pisang atau roti, bukan sate Afrika namanya," tambah dia.
Uniknya, Sate Afrika disajikan tanpa tusuk. Pengunjung akan merasakan sensasi berbeda saat menggigit daging domba empuk bersama dengan pisang goreng.
Daging yang digunakan berasal dari daging domba betina yang berumur satu hingga dua tahun. Warung Sate Afrika Tanah Abang buka dari jam 14.00 hingga 15.00.
Selain di Jakarta, Warung Sate Afrika juga sudah dibuka di Yogyakarta. Di kota pelajar itu warung itu berlokasi di Jalan Raya Tajem, Stan Maguwoharjo Sleman.
"Sate Afrika yang asli hanya ada dua di Tanah Air yakni di Tanah Abang dan Yogyakarta," tutup Coulibaly. (Antara)
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali