Suara.com - Menikah di usia dini ternyata berdampak pada tingginya kasus perceraian. Setidaknya itulah yang dihadapi Aparat Pengadilan Agama (PA) Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, yang rata-rata menangani 400 kasus perceraian tiap bulan
"Kasus perceraian mayoritas terhadap wanita dengan umur di bawah 25 tahun yang menggugat," kata Kepala PA Tigaraksa Uyun Kamiluddin di Tangerang, Senin (31/8/2015).
Uyun mengatakan PA Tigaraksa memiliki wilayah kerja Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan dan melayani warga di 36 kecamatan.
Kasus perceraian tertinggi berada di Kota Tangerang Selatan karena hanya melayani sebanyak tujuh kecamatan tapi setiap bulan perkara perceraian yang masuk mencapai 200 kasus.
Bahkan kasus perceraian terbanyak berada di Serpong, Pamulang, Ciputat dan Pondok Aren karena istri menggugat suami.
Dalam catatan pihak PA Tigaraksa bahwa sepanjang tahun 2014 sebanyak 4.119 kasus perceraian dan menunggak disidangkan 1.081 perkara.
Penyebab perceraian di Kota Tangerang Selatan karena banyak warga yang menikah usia dini dan rawan terhadap perceraian. Sedangkan penyebab lain akibat masalah ekonomi karena suami tidak memiliki pekerjaan dalam waktu yang relatif lama.
"Masalah lain dari perceraian dari kedua pihak, suami dan istri tidak lagi memiliki keharmonisan dalam rumah tangga," katanya.
Selain itu, saat ini tingkat kesadaran hukum bagi perempuan terhadap pentingnya arti perkawinan sudah tinggi, hal tersebut menyebabkan tingginya angka perceraian. Uyun mengatakan bila hubungan keluarga sudah tidak lagi harmonis, perempuan tentunya akan menentukan status sehingga ada kepastian hukum menyebabkan perempuan melakukan gugatan. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Drama Perceraian Bupati Gowa Berbuntut Laporan Polisi: Mantan Suami Cium Aroma Kesaksian Palsu
-
Divorce Attorney Shin: Memahami Perceraian dari Sisi yang Lebih Manusiawi
-
Gugat Cerai Brian Siawarta, Rafaela Rahardja Sebut Sang Suami Sudah Mundur dari Pendeta Sejak Lama
-
Rafaela Rahardja Jalani Sidang Cerai Perdana dengan Brian Siawarta, Ungkap Isu KDRT sebagai Pemicu
-
Cerita Sebelum Bercerai: Mengingat Kembali Alasan untuk Bertahan
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Antre Solar Berujung Maut, Kenapa BBM Langka di Sumatra?
-
Bolehkah Ngecas HP Semalaman Ditinggal Tidur? Simak Mitos dan Faktanya Biar Baterai Nggak Cepat Soak
-
Karir Mulus Aisyah Zakiyyah di Usia 32 Tahun: Dari Jubir Menteri PU dan Kini Komisaris PTPP
-
4 Parfum Mykonos Wangi Vanila yang Dinilai Tahan Lama dalam Review Pembeli
-
3 Rekomendasi HP dengan Kamera Terbaik 200MP Rp3 Jutaan 2026, Ada Fitur AI hingga OIS
-
Cuaca Ekstrem Mengancam, Ini Strategi Baru DLH Kota Tangerang Amankan TPA Rawa Kucing
-
Kopdes Merah Putih Bakal Salurkan KUR, Bansos hingga LPG 3 Kg
-
Inkonsisten Soal Status Hukum Febrie, Kejagung Disemprot: Jangan Ada Perlakuan Khusus!
-
Kapal Berpenumpang 74 Orang Tenggelam di Selayar Sulsel, Basarnas Kerahkan Tim SAR Gabungan
-
Redmi Note 17 Rilis dengan Fitur AI Anti Penipuan, Ini Spesifikasinya