Suara.com - Kriminolog Universitas Padjadjaran Yesmil Anwar mengungkapkan ada tiga hal yang menyebabkan anak melakukan kekerasan yakni sikap hedonis, anomi, dan imitasi.
"Pendidikan di rumah yang mengajarkan anak bersikap hedonis yakni segala sesuatunya berorientasi ke benda di antaranya ponsel menjadi salah satu alasan si anak melakukan kekerasan," jelasnya di Bandung, Jawa Barat, Rabu (2/9/2015).
Menurut Yesmil, kekerasan yang dilakukan anak-anak akhir-akhir ini harus dicermati oleh semua pihak, setidaknya ada tiga penyebab anak berlaku kasar yakni anomi, hedonis dan imitasi.
Anomi yaitu kerancuan di mana harapan dan kenyatan terjadi kesenjangan. Kenyataan kondisi ekonomi orangtuanya serba kekurangan sementara harapan anak soal keinginannya harus sama dengan orang lain supaya tidak dilecehkan.
Ia memaparkan anak mudah melakukan tindak kekerasan salah satunya pembunuhan seperti yang dilakukan terhadap seorang siswa di Bandung.
Bila orang dewasa yang melakukan kekerasan dapat diketahui motifnya seperti dikarenakan uang, kekuasaan atau hubungan sosial seperti cemburu.
"Sementara untuk menelaah anak dengan menggunakan cara orang dewasa tersebut tentu tidak relevan," imbuh Yesmil.
Menurut dia, anak-anak biasa berkelompok yakni ingin sama dengan yang lain. Contohnya dengan android yang dimiliki korban memberikan ruang pada pelaku untuk memikirkan bagaimana cara mendapatkan dari korban.
Penyebab lainnya yakni imitasi, menirukan apa yang dilihat dan dicontohkan di lingkungannya sehingga pelaku dapat melakukan pembunuhan tersebut.
Yesmil mengatakan mulainya dari pengaruh lingkungan, bagaimana bisa si pelaku melakukan pembunuhan tersebut bila tidak melihat di lingkungan sebelumnya. Salah satunya dari media televisi.
"Dalam kasus ini peran lembaga formal tak bisa dilepaskan sayangnya lembaga pendidikan kita berorientasi pada kognisi, mengisi otak dengan ilmu pengetahuan yang membuat mereka bersaing agar bersekolah di sekolah negeri tapi tidak bersaing dalam moralitas baik," katanya.
Selain itu, undang-undang bagi anak sudah memadai tapi sedikit jumlah penegak hukum sangat minim terutama di pelosok pedesaan dan kampung. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Mengenal Lululemon, Tas Premium yang Dicuri di Bandara Soetta sampai Rugi Miliaran
-
4 Sunscreen Lokal Alternatif La Roche Posay Anthelios UVMune 400, Murah dan Anti White Cast
-
1 Dzulhijjah 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Ini Jadwal Sidang Isbat Penentuannya
-
Bibir Hitam Cocok Pakai Lipstik Ombre Warna Apa? Ini 5 Kombinasi Produk yang Bisa Dicoba
-
Promo Alfamart Khusus Cokelat dan Permen, SilverQueen dan Delfi Diskon Mulai Rp7 Ribuan
-
UNIQLO x Cecilie Bahnsen: Saat Fashion Feminin Tak Lagi Harus Mengorbankan Kenyamanan
-
7 Sunscreen Murah Under Rp50 Ribu di Alfamart, Ringan dan Nyaman Dipakai Harian
-
5 Cara Menghilangkan Maskara Waterproof Tanpa Bikin Perih dan Bulu Mata Rontok
-
Apakah Pendaftaran Mitra BPS 2026 Masih Buka? Cek Jadwal Rekrutmennya
-
Some By Mi Yuja Niacin Serum untuk Apa? Ini 5 Serum Lokal Murah Alternatifnya