Lifestyle / Female
Rabu, 09 September 2015 | 07:22 WIB
Ilustrasi

Suara.com - Penyelenggaraan Indonesia International Islamic Fashion and Products (IIIFP) 2015 yang dilaksanakan di Jakarta Convention Center pada 9-13 September 2015 dinilai semakin mengukuhkan Indonesia sebagai kiblat fashion muslim dunia.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuti di Jakarta, Selasa (8/9/2015), mengatakan pihaknya mendukung IIIFP 2015 yang diharapkan semakin mendongkrak kinerja sektor fashion Indonesia hingga menjadi kiblat fashion muslim dunia.

Apalagi IIFP tahun ini mengambil tema "Ethnic Urbanovative  yang menampilkan gaya urban yang kreatif dan inovatif namun tidak berlebihan.

"Kemenpar menyambut baik komunitas pecinta dan penggiat produk kreatif Indonesia menggelar acara ini dengan mempertunjukan kreativitas yang dapat menciptakan Tren Fashion Muslim Dunia," kata Esthy.

Melalui kegiatan itu pihaknya berharap Indonesia makin dikenal sebagai pusat mode Islami dunia dan untuk mencapai harapan menjadi pusat trend busana muslim pada tahun 2020.

Indonesia International Islamic Fashion and Products 2015 didukung oleh Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, dan Kementerian Luar Negeri serta disponsori oleh BCA, AGP, dan Wardah Cosmetic.

Kegiatan fashion show yang akan berlangsung pada hari pertama dan kedua, pada 9 dan 10 September 2015, menampilkan designer-designer Indonesia dan Mancanegara.

Desainer terkemuka Designer Indonesia yang akan menggelar karyanya yaitu, Dian Pelangi, Jeny Tjahyawati, Ade Listiani, Boeyounq Male Moslem Collection, Errin Ugaru, Ghea Panggabean, Handy Hartono, Anggie Rachmat, Kursien Karzai, Ida Royani, Ina Priyono, Itang Yunasz, Malik Moestaram, Ollyn Sulam Bukittinggi, Sugeng Waskito, Tuty Adib, Tuty Cholid, Yoha Friska Mei Fanny, Zainal Songket, dan masih banyak designer lokal berbakat lainnya.

Sedangkan designer mancanegara yang akan tampil menggelar karyanya, yaitu Yan's Creation (Malaysia), Sharose (Malaysia), Hikmat Ahmed Salih (Timur Tengah), Amalina Aman (Australia), Eisha Saleh (Australia), Hanadi Chehab and Howayda Moussa (Australia). Selain itu, 10 finalis Islamic Fashion Design Competition juga menampilkan hasil desain mereka.

"Berbagai brand busana muslim Indonesia dan mancanegara akan mengisi pameran ini sebanyak 400 booth," katanya.

Booth pameran bertempat Hall A & Hall B JCC, dan selama lima hari perhelatan acara IIIFP 2015 pengunjung tidak dipungut biaya.

Diperkirakan acara menyedot pengunjung sebanyak 20.000 orang setiap harinya, dan diharapkan event ini dapat menarik lebih banyak pengunjung, karena bukan hanya menampilkan busana Islami sebagai kegiatannya tetapi juga menampilkan aneka produk Islami lainnya.

Selain itu, juga akan terdapat kegiatan pendukung lainnya yaitu Mini Workshop "Women in Global Business Indonesia (WGBI)" yang diberikan oleh Kedutaan Australia pada Jumat, 11 September 2015 pukul 09.30-12.00 WIB.

Pembicara yang akan mengisi acara diantaranya, Dr. Matthew Durban selaku komisioner Trade and Investment Austrade, Representative dari ANZ, dan juga designer Ms. Amalina Aman (Australia).

Pada hari yang sama pukul 14.00 WIB akan ada Fashion Writing Workshop oleh Indrya R Dhani. Kemudian, Wardah Cosmetic memberikan kegiatan tutorial make up pada Sabtu, 11 September 2015 serta ada Mini Concert Nada dan Syiar  Ya Illahi oleh Ratu Zy pada hari yang sama.

Indonesia International Islamic Fashion and Products 2015 bahkan dinilai berhasil merangkul seluruh pihak yang bergerak di bisnis mode busana muslim.

Langkah ini kata Esthy sebagai tolok ukur kemajuan industri kreatif fashion Islami dunia, dan untuk membuka pasar dunia bagi para perancang dan pengusaha fashion Islami Indonesia.

Menurut dia, dengan mendukung dan menggaungkan mode etnik Indonesia ke pentas dunia International bisa menjadi modal utama menuju era perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi Asean.

"Event IIIFP 2015 yang mengangkat keragaman budaya lokal sesuai selera pasar global kami harapkan dapat menjadikan Indonesia sebagai khasanah inspirasi fashion Islami di Asia maupun kiblat fashion muslim dunia pada tahun 2020," kata Esthy.

Tag

Load More