Suara.com - Untuk menjawab kebutuhan para traveler Muslim akan makanan halal dan ibadah salat lima waktu, kini mulai banyak agen perjalanan yang menawarkan paket perjalanan bernuansa islami yang populer disebut wisata syariah.
Salah satu agen perjalanan yang menawarkan paket wisata syariah tersebut adalah ESQ Halal Holiday.
Menurut Suci Oktaviana, Tour Consultant ESQ Halal Holiday, sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, banyak masyarakat Indonesia yang merasa khawatir ketika ingin melakukan perjalanan.
"Kami pun sejak tiga tahun lalu memfasilitasi masyarakat Muslim agar mereka bisa traveling tanpa rasa khawatir dan nyaman dengan Halal Holidays. Makanan halal dan ibadah salat lima waktu menjadi fokus kami," ungkapnya saat ditemui di booth ESQ Halal Holidays, Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2015 di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (Jumat (25/9/205).
Ada 20 tujuan internasional dalam paket Halal Holidays ini, seperti Amman Aqhso Tours, Beautiful Spain Marocco, Beautiful Japan, Beautiful Uzbekistan, Beautiful East Coast America, Best of Turkey, Korea Express, hingga Bangkok Pattaya.
Adapun biaya yang ditawarkan pun beragam, seperti tujuan ke Amman Aqhso selama 7 hari sebesar Rp21.735.500. Di sana, wisatawan akan mengunjungi Amman, Petra, Jerussalem, Alenby Bridge, Hebron hingga Jerash.
Ada juga paket perjalanan ke Jepang dengan biaya Rp23.185.500 selama 7 hari. Wisatawan akan diajak mengunjungi Gunung Fuji, Bullet Train, Kiyomizu Temple, Asakusa Kannon Temple hingga Shinsaibashi Shopping Area.
Sementara untuk wisata domestik 8 paket perjalanan, mulai dari Bali Bagus, Aceh Funtastic, Medan Menawan hingga Wonderful Lombok. Untuk ke Aceh, wisatawan bisa mengeluarkan kocek sebesar Rp3.850.000 sudah termasuk tiket pesawat selama 4 hari. Selain Masjid Baiturrahman, wisatawan akan diajak mengunjungi Rumah Aceh, Rumah Cut Nyak Dien, hingga Lonceng Besar Cakra Donya.
Sedangkan paket perjalanan ke Lombok akan dikenakan biaya Rp3.240juta sudah termasuk tiket pesawat selama 4 hari, dengan tujuan ke Sukarare, Pantai Kute, Pantai Tanjun Aan dan Gili Trawangan.
"Selain makanan halal dan ibadah, kita juga fokuskan pada hotel halal, kalau di luar negeri hotel muslim friendly. Destinasinya pun seperti ke masjid, mengunjungi tempat-tempat sejara islam dan tour leader yang sudah dibekali tentang pengetahuan agama," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan