Suara.com - Di sepuluh negara ini perempuan dijamin bakal hidup sengsara, dari jadi budak seks akibat perang sampai hilangnya kebebasan perempuan.
Berikut negara-negara yang dikategorikan berbahaya buat perempuan:
1.Irak
Sejak invasi AS ke Irak untuk melengserkan Saddam Hussein, Irak menjadi lahan peperangan, apalagi saat ini sebagian wilayahnya di kuasai kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ribuan perempuan etnis Yazidi dibunuh, diperbudak dan dijadikan budak seks.
2.Pakistan
Di beberapa daerah suku di Pakistan, perempuan diperkosa sebagai hukuman atas kejahatan lelaki.
Tahun lalu negara itu mencatat sekitar 1.000 pembunuhan demi kehormatan perempuan dan anak perempuan, praktek yang telah diekspor ke Barat. 90 persen perempuan mengalami kekerasan dalam rumah tangga dalam hidup mereka.
3. India
39 persen orang dengan HIV di India adalah perempuan. Sekitar 70% wanita di India menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga, menurut Renuka Chowdhury menteri muda untuk wanita dan perkembangan anak India.
Otoritas negara itu mengungkapkan, bahwa kejahatan terhadap perempuan berkomitmen setiap tiga menit, seorang wanita diperkosa setiap 29 menit, kematian mas kawin terjadi setiap 77 menit dan satu kasus kekejaman yang dilakukan baik oleh suami atau saudara dari korban terjadi setiap sembilan menit.
50 juta anak perempuan tewas dalam abad yang lalu dalam praktik pembunuhan bayi perempuan atau aborsi janin; sekitar 100 juta perempuan dan anak perempuan yang diperkirakan korban perdagangan manusia; 44,5 persen anak perempuan yang menikah sebelum usia 18.
4. Somalia
Di ibukota Somalia, Mogadishu, perang saudara menempatkan perempuan sebagai salah satu targetnya. 95 persen anak perempuan menghadapi mutilasi genital, sebagian besar berusia antara 4 dan 11 dan hanya 9 persen perempuan melahirkan di fasilitas kesehatan.
5. Mali
Di Mali, salah satu negara termiskin di dunia, banyak dari perempuan muda dipaksa melakukan pernikahan dini. Kebanyakan dari mereka mati saat melahirkan. Satu dari sepuluh permepuan meninggal dalam kehamilan atau melahirkan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana