Potensi perkebunan di Banyuwangi Jawa Timur, sangat besar dan sangat menarik untuk dikembangkan. Melihat potensi ini pemerintah Kabupaten Banyuwangi tak hanya ingin mengangkat tapi juga mengemasnya untuk menarik wisatawan.
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menjelaskan Kabupaten Banyuwangi memiliki areal perkebunan seluas 82.143,63 hektare yang tersebar di beberapa wilayah. Komoditasnya beragam, mulai kopi, kelapa kopra, kelapa deres, tembakau, kakao, tebu, cengkih, karet, vanili, abaca, kapas, dan kapuk randu.
"Sejumlah komoditas seperti kelapa kopra, vanili, dan kopi telah diekspor ke beberapa negara sejak dulu," ucapnya.
Upaya Pemkab Banyuwangi untuk menggarap potensi perkebunan menjadi tujuan wisata itu dikemas dalam gelaran "Banyuwangi Plantation Festival" di Kalirejo, Glenmore, Minggu lalu.
Anas mengatakan, festival ini digelar sejalan dengan konsep ekoturisme yang dikembangkan oleh Banyuwangi, sebuah konsep pengembangan pariwisata yang mengandalkan potensi alam dan budaya lokal dengan melibatkan masyarakat setempat.
"Banyak sekali peluang yang ada di perkebunan, tinggal bagaimana kita mengemasnya sebagai peluang untuk menarik wisatawan. Mulai dari alam yang masih 'natural' (alami), hasil perkebunannya sendiri, seperti kopi, karet, kakao, hingga proses pengolahannya. Ini akan menambah destinasi wisata dan memperpanjang siklus pariwisata di Banyuwangi," paparnya.
Menurut dia, pengembangan wisata perkebunan juga bisa menambah pendapatan masyarakat sekitar. Saat wisatawan berkeliling rute wisata di perkebunan, mereka bisa memesan makanan khas yang disediakan oleh masyarakat setempat.
"Atau bisa juga menyewakan sepeda untuk wisatawan," ujar Anas.
Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Ikrori Hudanto mengatakan dalam festival perkebunan itu para pengunjung disuguhi berbagai produk komoditas hasil perkebunan dan aneka makanan dan minuman maupun produk barang jadi hasil olahannya.
Selain, kata dia, juga akan dipertontonkan bagaimana pengolahan hasil perkebunan, misal pembuatan gula merah, cokelat, dan cara menyadap karet.
"Seperti Industri Gula Glenmore (IGG) milik BUMN yang akan memamerkan proses pembuatan gula dan pemanfaatan limbah tebu. Dengan pengemasan yang menarik ini, tentunya akan menjadi tujuan wisata yang menarik. Apalagi wisatawan mancanegara, mereka pasti 'excited' melihat bagaimana proses pengolahan produk perkebunan," imbuh Ikrori.
Tidak ketinggalan kegiatan yang paling menarik dan pasti akan disukai para pengunjung, yaitu pesta minum kopi dan cokelat gratis.
"Pengunjung bisa menikmati minuman kopi dan cokelat sepuasnya di sini. Semuanya gratis," tutur Ikrori.
Festival juga akan dilengkapi dengan berbagai pameran potensi daerah lainnya, seperti pameran kehutanan, ternak, dan hortikultura.
"Tidak hanya berisi pameran seputar perkebunan, festival ini juga semakin lengkap dengan adanya tujuan wisata kebun di mana pengunjung bisa berkeliling perkebunan dengan kereta khusus yang disediakan," tuturnya.
Festival perkebunan ini akan diikuti sejumlah peserta mulai dari Gabungan Perusahaan Perkebunan (GPP), Industri Gula Glenmore (IGG), Perhutani, Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Ijen, Taman Nasional Meru Betiri dan Taman Nasional Alas Purwo.
Selain itu, ada juga Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslit Koka), Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI), dan sejumlah pengusaha hortikultura. (Antara)
Berita Terkait
-
Dukung Liburan Sekolah Makin Seru, Gojek Hadirkan Kurasi Jalan Jajan di Aplikasi
-
Libur Sekolah Tiba, Ini 3 Aktivitas Seru yang Bisa Dicoba Bersama Keluarga Tanpa Keluar Banyak Biaya
-
Di Antara Lembah dan Puncak: Jalur Menuju Annapurna Base Camp
-
Pesona Air Terjun Lembah Anai, Sambut Wisatawan di Jalur Padang Bukittinggi
-
Menembus Waktu di Grand Bazaar, Ikon Perdagangan Abadi Kota Istanbul
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda
-
Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya
-
Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak
-
Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah
-
Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle
-
Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur
-
Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan