Suara.com - Berikut adalah beberapa faktor pemicu impulsive buying dan cara mengatasinya agar Anda terhindar.
Belakangan, istilah impulsive buying menjadi viral di media sosial dengan berbagai keterangan positif dan negatifnya.
Apa Itu Impulsive Buying?
Impulsive Buying adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pembelian langsung yang tidak direncanakan setelah terpapar stimulus impulsif.
Dengan kata lain, orang akan langsung membeli barang atau benda dengan tiba-tiba tanpa ada perencanana sebelumnya.
Biasanya, mereka akan membeli benda tersebut setelah melihat iklan atau melihat review orang lain, tanpa mempertimbangkan mereka butuh atau tidak.
Penyebab perilaku impulsif dipicu oleh dorongan yang tak tertahankan untuk membeli dan ketidakmampuan untuk mengevaluasi konsekuensinya.
Meskipun menyadari efek negatif dari pembelian, ada keinginan yang sangat besar untuk segera memenuhi kebutuhan Anda yang paling mendesak,
Pemicu Impulsive Buying
Baca Juga: Apa Itu Ghost Job dan Ciri-Cirinya? Pencari Kerja Wajib Tahu!
Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab seseorang bisa melakukan impusive buying. Kegiatan ini dapat dipicu oleh lingkungan toko, kepuasan hidup, harga diri, dan kondisi emosional konsumen sebelum pembelian.
Sementara menurut beberapa ahli, impulsive buying juga bisa dipicu karena mencari sensasi, hedonis, hinga stimulus pemasaran.
Sebab dalam ilmu periklanan, emosi positif yang diterima pelanggan dapat meningkatkan pembelian impulsif.
Dalam sebuah studi oleh Park dkk. (2006), ditemukan bahwa keterlibatan dalam fesyen dan emosi positif memiliki efek positif pada perilaku pembelian impulsif berorientasi fesyen konsumen, dengan keterlibatan dalam fesyen memiliki efek terbesar.
Kecenderungan konsumsi hedonis merupakan mediator penting dalam menentukan pembelian impulsif berorientasi fesyen.
Untuk lebih jelasnya, berikut Suara.com telah merangkum beberapa faktor yang menjadi penyebab impulsive buying.
Berita Terkait
-
Apa Itu Ghost Job dan Ciri-Cirinya? Pencari Kerja Wajib Tahu!
-
Apa Itu Whitecast? Ini 5 Sunscreen Bebas Dempul dan Nggak Bikin Wajah Jadi Abu-abu
-
Mengenal Apa Itu Parfum Feromon, Benarkah Bisa Bikin Lawan Jenis Tergoda?
-
Apa Itu Opsen Pajak? Begini Perhitungannya
-
Apa Itu Mimetic Violence? Istilah Baru dari Kasus Ledakan SMAN 72 yang Sangat Berbahaya
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- Adly Fairuz Nyamar Jadi Jenderal Ahmad, Tipu Korban Rp 3,6 Miliar dengan Janji Lolos Akpol
- Inara Rusli Lihat Bukti Video Syurnya dengan Insanul Fahmi: Burem, Gak Jelas
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Apakah Kamu Termasuk? Ini 6 Shio Paling Hoki Besok 11 Januari 2026
-
5 Sampo Non SLS untuk Rambut Rontok di Usia 40 Tahun
-
5 Body Wash Diskon Hingga 85 Persen di Bath & Body Works, Wangi Segar Seharian
-
5 Krim Malam Anti Aging untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Tanda Penuaan
-
5 Rekomendasi Minyak Zaitun untuk Anti Aging Wajah, Bikin Kencang dan Hilangkan Kerutan
-
5 Rekomendasi Rosemary Oil untuk Atasi Kebotakan Dini, Cegah Rontok dan Lebatkan Rambut
-
5 Rekomendasi Sepatu untuk Orang Tua Penderita Plantar Fasciitis, Aman dari Nyeri Tumit
-
Baju Teal Blue Cocoknya Pakai Kerudung Warna Apa Saja? Ini 5 Rekomendasinya
-
Jadi Tren Baju Lebaran 2026, Teal Blue dan Ash Blue Cocok untuk Warna Kulit Apa?
-
7 Sabun Cuci Muka untuk Bantu Atasi Flek Hitam di Usia 40-an, Mulai Rp27 Ribuan