- Penggemar K-Pop diakui dalam panel diskusi "K-pop Fans for Climate Action" pada KTT Iklim PBB COP30 di Brasil.
- Fandom K-Pop Indonesia berhasil mengumpulkan donasi Rp1,4 miliar untuk korban bencana alam pada tahun 2021.
- Gerakan terbaru menuntut konser K-Pop rendah karbon melalui petisi yang ditandatangani oleh lebih dari 4.000 penggemar.
Suara.com - Kalau kamu pikir kekuatan fandom K-Pop itu cuma sebatas streaming lagu sampai tengah malam atau war tiket konser, kamu salah besar! Di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Iklim PBB ke-30 atau COP30 di Brasil, para penggemar K-Pop justru naik panggung dan diakui sebagai kekuatan baru dalam perjuangan melawan krisis iklim!
Yup, kamu nggak salah baca. Di tengah-tengah para delegasi negara dan ilmuwan, ada sebuah sesi panel diskusi khusus yang judulnya super keren: “K-pop Fans for Climate Action”. Sesi ini membongkar bagaimana solidaritas para fangirl dan fanboy kini sudah berevolusi jadi gerakan lingkungan yang super berpengaruh.
'Kami Bukan Cuma Konsumen, Kami Aktivis!'
Pembicara utama dalam sesi ini adalah Dayeon Lee, juru kampanye dari KPOP4PLANET. Ia dengan bangga memamerkan "prestasi" para penggemar K-Pop, termasuk aksi keren dari fandom di Indonesia.
Masih ingat kan, pas bencana banjir di Kalimantan Selatan dan gempa di Sulawesi Barat tahun 2021 lalu? Ternyata, 16 fandom K-Pop di Indonesia berhasil menggalang donasi senilai Rp1,4 miliar!
“Penggemar K-pop adalah generasi masa depan yang peka terhadap keadilan. Solidaritas mereka yang luar biasa... telah menjadikan mereka aktivis iklim yang tangguh,” ujar Dayeon.
Profesor Gyutag Lee dari George Mason University Korea juga menambahkan, gelombang Hallyu kini sudah menghasilkan generasi penggemar yang nggak lagi cuma konsumtif, tapi juga ingin memberikan dampak positif.
'Kami Terinspirasi dari BTS!'
Salah satu fandom yang paling disorot tentu saja adalah ARMY, penggemar BTS. Marliana Faciroli dari komunitas ARMY Help The Planet berbagi cerita soal kampanye “ARMY for the Amazon” yang mereka galang saat kebakaran hebat melanda hutan Amazon pada 2019.
Baca Juga: IESR Nilai SNDC Indonesia Tak Selaras dengan Ambisi Energi Terbarukan Prabowo, Kenapa?
Kenapa mereka bisa se-peduli itu? Jawabannya simpel.
“Kami banyak terinspirasi dari sikap BTS yang vokal terhadap isu kemanusiaan. Fans pada akhirnya bergerak mengikuti nilai yang sama,” kata Marliana.
Ini adalah bukti nyata kalau idola yang positif bisa menularkan energi positif yang luar biasa kepada para penggemarnya.
Aksi Terbaru: Jadi 'Pemburu Karbon' di Industri K-Pop!
Gerakan ini nggak berhenti di donasi saja. Dayeon memperkenalkan kampanye terbaru KPOP4PLANET yang super keren: “K-pop Carbon Hunters”.
Ini adalah gerakan yang mengajak para fandom untuk "mengaudit" jejak karbon dari idola dan agensi mereka sendiri! Lebih dari 4.000 penggemar kini sudah menandatangani petisi yang menuntut agar konser-konser K-Pop di seluruh dunia beralih menjadi acara rendah karbon.
Diakui oleh Para 'Petinggi'
Yang bikin makin keren, sesi diskusi ini nggak cuma dihadiri oleh para fans. Ada juga Menteri Iklim, Energi, dan Lingkungan Hidup Korea Selatan dan pejabat dari Kementerian Kebudayaan Brasil!
Kehadiran mereka ini adalah sinyal yang sangat jelas: gerakan fandom kini sudah diakui sebagai kekuatan budaya yang sangat relevan dan penting dalam diplomasi iklim global.
Jadi, lain kali ada yang meremehkan hobimu sebagai penggemar K-Pop, kasih lihat saja berita ini. Bilang ke mereka, "Kami bukan cuma nonton konser, kami juga ikut nyelametin planet!"
(Muhamad Ryan Sabiti)
Berita Terkait
-
Negosiasi Panas Krisis Iklim Kandas Gegara Kebakaran di Dapur COP30, Apa Penyebabnya?
-
Brasil Minta Duit Miliaran Dolar Buat Jaga Hutan, tapi Izin Tambang Jalan Terus
-
Tamparan Keras di KTT Iklim: Bos Besar Lingkungan Dunia Sindir Para Pemimpin Dunia!
-
Gen Z dan Masyarakat Adat Ngamuk, Kepung KTT Iklim COP30 di Brasil: Apa Alasannya?
-
Desak Transisi Bersih, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk di PLTGU Muara Karang
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
Pilihan
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
Terkini
-
Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
-
Buka Puasa Baca Doa Dulu atau Minum Duluan? Ini yang Paling Dianjurkan
-
Apakah Kurma Perlu Dicuci Dulu sebelum Dimakan? Ini Anjuran BPOM Arab Saudi
-
Promo Minyak, Gula hingga Kecap di Indomaret Spesial Ramadan, Sembako Harga Turun!
-
15 Menu Buka Puasa Berkuah yang Nikmat dan Menghangatkan, Cocok untuk Ramadan
-
5 Tips Kulit Sehat Selama Ramadan Menurut Ahli Dermatologi
-
6 Lipstik Glossy Tahan Lama untuk Bukber, Tetap On tanpa Perlu Touch Up
-
Kolak Pisang dan Candil: Menu Takjil Favorit Ramadan dengan Resep Lengkap
-
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
-
Ingin Kulit Glowing Saat Lebaran? Ini 5 Makanan yang Wajib Dikonsumsi Menurut Dokter