Pernah membayangkan bumbu genep khas Bali disandingkan dengan seafood? Mungkin masih jarang ya. Tapi itulah salah satu menu baru yang diluncurkan Holy Crab di akhir bulan Oktober ini.
Dalam daftar menu baru yang dikenalkan pada Kamis (29/10/2015) petang itu, antara lain terdapat Blue crab alias rajungan dan udang galah yang disajikan dengan dua pilihan bumbu bali yakni sambal matah dan bumbu genep.
"Bumbu baru ini terinspirasi dari budaya kuliner Bali yang juga disukai wisatawan baik lokal maupun mancanegara," ujar Albert Wijaya, pemilik sekaligus Executive Chef Holy Crab.
Albert mengaku tak banyak memodifikasi bumbu genep dan sambal matah yang menjadi ciri khas pulau dewata itu. Ia hanya mengatakan selama ini bumbu genep lebih sering disandingkan dengan ayam, ikan ataupun bebek. Untuk itu ia ingin menghadirkan pengalaman berbeda, dengan menyandingkannya dengan rajungan dan udang galah yang segar.
Mau tahu seperti apa rasanya? Sensasi yang berbeda saat lidah mencecap daging rajungan dan udang galah rebus yang gurih dengan manis yang samar berbaur dengan racikan bambu genep yang kaya rasa.
Bumbu genep diracik dengan menggunakan 12 jenis rempah-rempah, antara lain kemiri, ketumbar, kunyit, kencur, lengkuas, bawang merah, bawang putih dan sederet bumbu lainnya. Sedangkan sambal matah, yang hadir dalam bentuk irisan bawang merah dan cabe rawit yang dipadu dengan empat bumbu lainnya, terasa segar.
Sayangnya di Jakarta, eksotiknya bumbu Bali ini hanya akan disajikan selama tiga bulan mulai 2 November mendatang. Selanjutnya bagi Anda yang ingin mencicipinya harus ke Holy Crab, di Petitenget, Bali.
Oh ya, masih ada satu menu baru dari Holy Crab yang tak kalah seru. Namanya, Live king crab.
"Kepiting ini lumayan besar, seekornya bisa memiliki berat hingga dua kilogram. Dan karena disajikan dalam bentuk segar, pelanggan harus memesan dua hari sebelumnya," ujar Albert berpromosi.
Namun untuk menu istimewa ini Anda perlu merogoh kocek cukup dalam, minimal Rp1,5 juta. Tapi seekor kepiting king crab ini bisa dinikmati bersama 5-6 orang kok. Jadi dijamin Anda tak bakal kecewa.
Berita Terkait
-
Desa Les: Fondasi Kolaboratif bagi Ketahanan Desa Berkelanjutan
-
Desa Sejahtera Astra Les Bali: Garam, Laut, dan Masa Depan Berkelanjutan
-
Garam Palungan Desa Les: Menjaga Warisan Leluhur di Bawah Matahari Bali Utara
-
Bulan Terbaik untuk Liburan ke Bali, Kapan Waktu yang Paling Ideal?
-
Chatib Basri Dikabarkan Jadi Kandidat Kuat Gubernur PFII, Prabowo Segera Tentukan Pilihan
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI