- PAM JAYA menjajaki skema pendanaan kreatif bersama korporasi dunia di New York pada Rabu, 23 September 2026.
- Langkah tersebut bertujuan meremajakan pipa tua berumur di atas dua dekade guna menekan tingkat kehilangan air Jakarta.
- Perseroan turut membuka peluang kerja sama komersial penyediaan pendingin air untuk industri pusat data.
Suara.com - PAM JAYA menjajaki skema pendanaan kreatif (creative financing) bersama para pemimpin korporasi dunia guna meremajakan instalasi pipa bawah tanah Jakarta yang telah dimakan usia.
Pembahasan kemitraan pembiayaan inovatif tersebut digulirkan dalam forum Private CEO Roundtable di New York, Amerika Serikat, bertepatan dengan rangkaian Sidang Majelis Umum PBB ke-81.
Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin memaparkan terobosan pencarian investasi tersebut melalui keterangan resminya di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Banyaknya pipa saluran yang berusia di atas dua dekade kini menjadi kendala utama yang memicu tingginya tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW).
“Kebutuhan investasi menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan. PAM JAYA terus mendorong revitalisasi jaringan perpipaan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus mengurangi kehilangan air atau non-revenue water (NRW). Jaringan yang sebagian besar telah berusia lebih dari dua dekade menjadi salah satu tantangan yang membutuhkan investasi dan dukungan dari mitra strategis,“ ujar Arief.
Kehadiran PAM JAYA dalam forum negosiasi global itu terjadi atas undangan resmi dari Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab selaku inisiator acara.
Selain mencari mitra pendanaan untuk instalasi pipa lama, perseroan turut membuka peluang kerja sama komersial berupa penyediaan pendingin air bagi industri pusat data.
Kebutuhan modal besar tersebut ditujukan guna mengimbangi modernisasi manajemen operasional perusahaan yang mulai mengandalkan perangkat ERP dan meteran pintar.
Arief menegaskan, penuntasan persoalan modal infrastruktur air merupakan prasyarat mutlak untuk menopang laju pembangunan ekonomi kota.
“Air bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi merupakan fondasi bagi kehidupan, kesehatan, lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi. Ketika kita berbicara mengenai pembangunan masa depan, maka pembicaraan mengenai air harus ditempatkan di bagian paling fundamental,“ tandasnya.