Suara.com - Pariwisata bahari di Indonesia kini sedang sangat diminati. Makin banyak pulau dan daerah baru yang menjadi buah bibir masyarakat untuk dikunjungi.
Meski hal ini dapat meningkatkan perekonomian suatu daerah, namun di sisi lain tren ini juga menimbulkan dampak negatif bagi alam setempat. Ini yang sering tidak disadari oleh traveler.
Hal ini karena saat menyelam dan snorkling, pelancong akan menghabiskan lebih banyak waktu di lautan, seperti mengamati dan berinteraksi dari jarak dekat dengan satwa laut.
"Mereka yang berkunjung biasanya sedekat mungkin dengan objek. Jadi ini semua tergantung kita, apakah mau berkomitmen menjadi smart traveler atau tidak," ungkap Indarwati Aminuddin, Tourism Coordinator WWF Indonesia dalam "Peluncuran Panduan Seri Mengamati dan Berinteraksi dengan Satwa Laut" di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2015).
Menurut dia, pengamatan dan interaksi yang dilakukan tanpa memperhatikan sensitifitas satwa laut terhadap gangguan, bisa menyebabkan perubahan perilaku, cidera bahkan kematian.
Melihat risiko kerusakan ekosistem satwa laut yang semakin tinggi WWF Indonesia meluncurkan panduan. Di buku ini, dirangkum berbagai panduan tentang bagaimana berperilaku bijak, bersahabat dan bertanggung jawab terhadap alam, laut dan ekosistemnya.
Peluncuran yang bertepatan dengan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional ini merupakan bagian dari kampanye #BeliYangBaik.
Jika pelancong sadar untuk lebih peduli terhadap gaya hidup yang lebih ekologis saat menikmati keindahan lait dan berinteraksi dengan satwa laut, maka kegiatan berwisata akan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, tak hanya dalam aspek ekonomi semata.
"Dengan panduan ini, diharapkan pelaku wisata, baik traveler maupun operator wisata akan mampu mempraktikkan kegiatan wisata yang bertanggung jawab, untuk menahan laju degradasi ekositem laut akibag aktivitas manusia," ujar Iman Musthoga, Sunda Banda Seaescape (SBS) dan Fisheries Leader, WWF Indonesia dalam kesempatan yang sama.
Berita Terkait
-
Cara Mengatasi Kulit Belang akibat Jalan-jalan Seharian saat Liburan, Bisa Pakai Bahan Alami
-
5 Rekomendasi Sepatu Futsal yang Bisa Dipakai untuk Jalan-Jalan, Harga Mulai Rp300 Ribuan
-
Pantai Jadi Destinasi: Siapa yang Mendapat Untung, Siapa yang Tersisih?
-
Liburan Keluarga Hemat, Ini 5 Mobil Bekas Rp40 Jutaan, Muat Banyak, Irit Bensin
-
Fakta Baru Kasus Anak Kasi Propam Tapsel: Wanita di Mobil Ternyata Pacar, Bukan Guru
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Terkini
-
6 Shio yang Bakal Beruntung Secara Finansial pada Selasa 20 Januari 2026
-
5 Rangkaian Skincare Finally Found You untuk Wajah Cerah dan Glowing Setiap Hari
-
Inspirasi OOTD Imlek 2026: Intip Warna Keberuntungan Biar Hoki dan Cuan Melimpah di Tahun Kuda Api
-
3 Rekomendasi Hotel Bintang 5 di Bali dengan Fasilitas Lengkap
-
Kalpana Kochhar, Perempuan di Balik Arah Kebijakan Global Asia Selatan dan Tenggara
-
Imlek 2026 Berapa Hari Lagi? Cek Tanggal Libur dan Cuti Bersamanya
-
Intip Rangkaian Skincare Manohara, Ternyata Pakai Produk Lokal Harga Terjangkau
-
5 Rekomendasi Foundation Ringan yang Tidak Bikin Wajah Terlihat Tua dan Cakey
-
Parfum Aroma Old Money: Pilihan Wewangian Elegan yang Berkelas dan Timeless
-
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?