Suara.com - Perempuan bernama Maria Aran yang berusia 70 tahun setia membantu masyarakat dalam hal kandungan ataupun melahirkan di Desa Pailelang, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Maria Aran dijadikan sebagai perempuan inspirasi desa karena telah setia selama 26 tahun membantu masyarakat di Kabupaten Alor Desa Pailelang.
Maria Aran yang lahir dari keluarga petani miskin, Maria dan keenam saudaranya hanya bisa menamatkan pendidikan sampai kelas enam Sekolah Dasar (SD).
"Saya menikah pada usia 15 tahun, dikaruniai empat orang anak, dan suami saya meninggal ketika anak-anak masih kecil," kata Maria Aran.
Sambungnya, Mengikuti kehendak keluarga besar, Maria diminta menikah dengan adik lelaki dari mendiang suaminya, dari pernikahan tersebut, Maria dikaruaniai satu orang putri. Akan tetapi suami keduanya kemudian menikah dengan perempuan lain, dan melantarkan Maria dengan lima orang anak.
Walaupun lika-liku kehidupannya sangat keras namun kesetiaan untuk membantu kepada masyarakat sangatlah besar.
"Saya buat Posyandu di desa Pailelang sejak tahun 1989, setelah saya mendapatkan pelatihan kebidanan," ujar Maria Aran.
Dirinya menginisiasi pembangunan Posyandu di desanya karena melihat banyaknya ibu hamil dan balita yang tidak mendapatkan kesehatan rutin.
Maria Aran melanjutkan, selain sebagai pembantu persalinan, dirinya juga berperan sebagai kader yang memberikan penyuluhan tentang Keluarga Berencana di desanya, menurutnya tidak hanya untuk peremouan tapi juga laki-laki.
"Desa saya mencapai 100 persen penggunaan KB," kata Maria Aran.
Sebelum pemerintah pusat mewajibkan program KB, Maria Aran sudah jauh lebih dulu memprogramkan KB tersebut di desanya.
"Tidak pernah ada kematian bayi ataupun ibu saat melahirkan yang dibantu dengan tangan saya," pungkas Maria Aran.
(Muhamad Ridwan)
Berita Terkait
-
Gunung Ile Lewotolok Erupsi 1.873 Kali dalam 5 Hari, Letusan Masih Terjadi hingga Minggu Malam
-
11 Tahun Lawan Tambang, Kisah Mama Aleta dan Tenun Mollo
-
Pengungsi Gempa NTT Menyusut 4.142 Orang, Ribuan Rumah Masih Rusak Berat
-
Karhutla 2026: Nusa Tenggara Timur Catat Area Terbakar Terluas, Lampaui Kalimantan
-
Doddy Hanggodo Sebut Gempa NTT "Makanan Sehari-hari", Ini Daftar Kontroversi sang Menteri PU
Terpopuler
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- Kipas Angin Model AC yang Resmi dan Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
- Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
- 4 Shio Beruntung 6 September 2026, Hidup akan Lebih Ringan
Pilihan
-
Siswa SMK di Karo Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, Amnesty Desak Program Disetop
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
Terkini
-
Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian
-
Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan
-
Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri
-
Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat
-
Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo
-
Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!
-
Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco
-
Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah
-
Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara
-
43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG