Tak hanya interior, Dancing Crab baru ini juga menghadirkan menu yang lebih bervariasi, termasuk menu makan siang dan menu Asia yang disesuaikan dengan lidah Indonesia. Mulai dari Crab salad, Fish taco, Nasi goreng XO, Laksa hingga Fish soup.
Untuk menu favorit? Dancing Crab masih menghadirkan jagoannya, yakni paket Combo bag 1 dan Combo bag 2 yang bisa dinikmati oleh empat hingga lima orang.
Penasaran mencoba paket Combo ini, saya pun langsung memesan Combo bag 1 yang saya santap bersama teman-teman. Sebuah hidangan di dalam plastik pun datang tak berapa lama.
Pelayan langsung menggelarnya di atas meja di depan saya. Dalam satu plastik Combo bag 1, pelanggan bisa menikmati kepiting super besar, kerang hijau, kerang putih, sosis, jagung, kentang dan wortel.
Hidangan ini disajikan dengan beberapa saus pilihan. Di antaranya Zesty garlic butter, yang memiliki rasa bawang putih yang dominan; Beurre blanc, saus khas Prancis dan terdiri dari krim putih, mentega dan wine putih.
"Adapula Chilli sauce dan black pepper. Kami memiliki ragam saus yang bervariasi," tambah Jennifer.
Untuk bahannya Jennifer mengatakan Dancing Crab sengaja memilih seafood lokal. Untuk kepiting misalnya didatangkan dari Papua.
"Ini untuk menjaga kesegaran," ujarnya.
Jennifer memang tak sekadar promosi. Karena saat mencicipi hidangan di depan saya, lidah merasakan lebut dan manisnya daging kepiting segar. Hhmmm lezat!
Ingin menikmati seafood di Dancing Crab dengan suasana baru? Restoran ini akan memberikan potongan harga 20 persen untuk seluruh makanan hingga 31 Januari 2016 ini!
Berita Terkait
-
Modal QRIS BRImo, Bisa Dapat Potongan Harga di Kitchenette Selama Setahun Penuh!
-
Mengenal Cita Rasa Chiang Mai, Kuliner Thailand Utara yang Dibawa Restoran Ini ke Jakarta
-
Sertifikasi Halal Restoran Boleh Bertahap, Tapi Kehalalan Menu Tak Bisa Setengah-Setengah
-
Tak Harus Serentak! Sertifikasi Halal Restoran Berjejaring Boleh Diajukan Bertahap
-
Penggemar Toy Story Wajib Coba, High Tea Bertema Woody dan Buzz Hadir dari Ketinggian Lantai 70
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?
-
Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600
-
Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan
-
Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis
-
Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah
-
Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah
-
AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?
-
Ada 100 Ton Sampah Menumpuk di TPST Sempadan Sungai Cisadane
-
Pemkot Malang Siap Hentikan MBG, Bagaimana Kebenarannya?
-
Tawa SBY Pecah Lihat Prabowo Tunjukkan Teks Pidato Berisi Grafik