Suara.com - Jutaan orang Australia di seluruh Benua Kanguru merayakan hari kebangsaan resminya dengan festival, pesta dan upacara.
Pada 26 Januari, mereka memperingati koloni pertama yang didirikan di Port Phillip, Australia pada tahun 1788. Namun, banyak orang "Aussie" sudah lupa makna tanggal ini. Yang penting, bagi mereka bisa istirahat (libur) dan merayakan bersama keluarga dan teman-temannya.
Cara merayakan Hari Australia yang paling popular adalah pesta BBQ. Semua anggota keluarga dan teman-teman berkumpul di satu rumah dengan aktivitas menyenangkan, yaitu memasak dan memasak lagi!
Makanan yang sering disajikan di hari bersejarah itu seperti salad kentang, salad pasta pesto, steak, kebab, sosis sapi, daging domba dan kadang-kadang bahkan daging kanguru.
Mengingat cuaca Australia pada Januari sangat panas, mereka biasanya makan bersama di patio atau halaman belakag sembari menikmati cahaya matahari.
Halaman belakang rumah di Australia biasanya cukup luas agar bisa bermain sepak bola "Aussie" dan kriket. Namun bila malas bergerak, mereka biasanya menonton siaran olahraga di televisi.
Pesta BBQ itu sendiri tidak selalu dirayakan di rumah. Jika tinggalnya di dekat pantai, maka mereka lebih memilih ke pantai untuk merayakannya. Di sana mereka bisa berenang, bersantai, olahraga dan tentu saja makan.
Di Australia ada banyak ‘fasilitas BBQ publik’ yang gratis digunakan di taman, pantai dan tempat wisata umum. Tidak semua orang mendambakan BBQ pada Hari Australia.
Makanan lain yang sangat disukai orang "Aussie" adalah ‘Fish and Chips’ (ikan dan kentang goreng). Orang tidak usah bawa piring dan alat makan, Fish and Chips dimakan langsung dari bungkusan kertas.
Hari Invasi
Sementara kebanyakan orang Aussi merayakan tibanya pendaratan Armada Pertama pada 1788, orang aborigin dan aktivis justru turun ke jalan dan menggelar aksi demo.
Bagi kalangan Aborigin dan orang yang mendukungnya, Hari Australia dipandang sebagai hari penjajahan. Setiap tahun, ribuan warga aborigin berkumpul di depan gedung-gedung pemerintah.
Selama aksi unjuk rasa ini, orang Aborigin membagikan cerita-cerita nenek moyang mereka dan menegaskan komunitas aborigin tidak akan dilupakan.
Orang Australia sendiri memiliki perasaan campur aduk mengenai tanggal perayaan Hari Australia. Kebanyakan dari mereka tetap senang merayakan hari bersejarah itu lantaran sudah terbiasa merayakannya setiap 26 Januari.
Sementara, kalangan Aborigin dan aktivis menginginkan tanggal perayaan Hari Australia diubah agar orang aborigin tidak terpaksa menyaksi hari penjajahan dirayakan berulang-ulang.
Saat ini, memang tidak ada jalan keluar dari isu Hari Australia. Seharusnya kedua kalangan ini saling menghormati satu sama lain sebagai warga Australia. (Meg Phillips)
Berita Terkait
Terpopuler
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol
- 11 Pilihan HP Murah Bujet Rp1-2 Juta, Spek dan Performa Terbaik untuk Multitasking
- 6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
Pilihan
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
Terkini
-
5 Kesamaan Argentina di Final Piala Dunia 1990 dan 2026: Kutukan Bintang hingga Kartu Merah
-
Kronologis Ayu dan Susi Disekap di Myanmar, Berawal dari Butuh Kerja
-
The Sounds Project Vol. 9 Hadirkan 120+ Musisi, Siap Ramaikan Festival Musik Lintas Generasi
-
Korupsi Pinjaman Proyek Batu Bara PLN Bikin Negara Rugi Rp38,8 Miliar, Dua Orang Jadi Tersangka
-
Dari Sasaran Kritik Menjadi Pahlawan, Ini Ucapan Menyentuh Ferran Torres
-
Tak Hanya Leandro Paredes, Asisten Lionel Scaloni Tertangkap Kamera Tinju Dani Olmo
-
Gerindra Semprot Hotman usai Bawa-bawa Nama Prabowo di Kasus Febrie
-
Harga Obat Naik, Penyakit Ringan seperti ISPA dan Flu Berpotensi Bikin Kantong Jebol
-
Ancaman 'Micro-Cheating': Saat Perselingkuhan Berlindung di Balik Fitur Privasi Digital
-
Praperadilan Roy Suryo Ditolak, Tak Boleh Jadi Alat Tunda Sidang