Lifestyle / Female
Minggu, 01 Maret 2026 | 06:10 WIB
Tasya Farasya memiliki kemampuan makeup yang luar baisa. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Tasya Farasya meminta maaf setelah unggahannya tentang penolakan wawancara memicu polemik dan mundurnya host Bunga Sartika.
  • Polemik berawal dari unggahan Tasya di Threads mengenai tawaran bayaran untuk kalimat khas konten "Halo Kakak" tanpa menyebut nama.
  • Dampak utama isu ini adalah sorotan publik terhadap transparansi konten berbayar di platform digital saat ini.

Suara.com - Nama Tasya Farasya akhirnya buka suara dan menyampaikan permintaan maaf setelah polemik konten “Halo Kakak” berbuntut panjang.

Ia bahkan sempat disebut warganet sebagai pihak yang “memutus rezeki orang” usai host konten spill skincare tersebut, Bunga Sartika, memutuskan mundur.

Tasya Farasya Sampaikan Permintaan Maaf

Melihat narasi yang berkembang semakin luas di media sosial, Tasya menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf melalui unggahan terbarunya.

Ia mengakui tidak memiliki niat membuat situasi menjadi sebesar ini maupun merugikan pihak tertentu. Tasya juga menyadari bahwa ucapannya berdampak luas dan bisa menyinggung berbagai pihak.

"Guyssss, ini udah jd rame banget yaa dan narasinya udah kemana2. First of all, aku minta maaf klo dampak dari perkataan aku menyinggung berbagai pihak dan individu, aku bnr2 jadi menyadari betapa impactfulnya ucapan aku walaupun ga ada niatan bikin situasi jd sebesar skrg.

Aku akuin kalo cara penyampaian aku kurang bijak. Aku pny respect pada sesama content creator, namun aku juga akan tetap bersikap FIRM dgn seluruh values dan transparansi dalam endorsement yg aku pegang," tulis Tasya lewat Threads, Sabtu 28 Februari 2026.

Dalam pernyataannya, ia menegaskan tetap menghormati sesama content creator. Namun di sisi lain, ia menyebut akan tetap bersikap tegas terhadap nilai (values) dan prinsip transparansi endorsement yang ia pegang selama ini.

Tasya juga mengakui cara penyampaiannya kurang bijak dan menjadikan kejadian ini sebagai pembelajaran agar lebih berhati-hati dalam mengutarakan pendapat di ruang publik.

Baca Juga: Viral Host Quezelyhere Mundur, Ini Sanksi Hukum Artis yang Pura-Pura Spill Skincare padahal Endorse

"Pastinya aku belajar dr kejadian ini supaya bs lbh mawas dgn caraku menyampaikan pendapat atau values aku kedepannya. Thank you," lanjutnya.

Awal Mula Polemik di Threads

Kasus ini bermula dari unggahan Tasya di Threads yang kemudian viral. Dalam tulisannya, ia menyebut pernah ditawari bayaran untuk mengucapkan kalimat khas konten “Halo Kakak” yang berbunyi, “Halo kakak kakak kakak boleh spill skinkernya kak,” namun ia mengaku menolak tawaran tersebut.

Meski tidak menyebut nama secara langsung, publik mengaitkan unggahan itu dengan konten “Halo Kakak”, yakni format wawancara singkat di media sosial yang menanyakan produk skincare yang digunakan narasumber.

Unggahan tersebut memicu diskusi luas, terutama soal transparansi konten endorsement.

Terungkap Soal Kerja Sama Endorsement

Di tengah ramainya perbincangan, diketahui bahwa konten “Halo Kakak” memang melibatkan kerja sama endorsement berbayar dengan brand tertentu.

Hal ini membuat warganet mempertanyakan apakah format yang terkesan spontan tersebut telah disampaikan secara transparan kepada audiens.

Sorotan kemudian mengarah pada Bunga Sartika selaku host konten tersebut. Publik memperdebatkan soal etika promosi dan pentingnya keterbukaan dalam konten berbayar di era digital.

Host Mundur dan Muncul Tuduhan “Memutus Rezeki”

Bunga Sartika dan Tasya Farasya (Kolase. Instagram)

Tak lama setelah polemik berkembang, Bunga Sartika memutuskan mundur sebagai host “Halo Kakak”. Keputusan ini memicu reaksi beragam.

Sebagian warganet menilai mundurnya Bunga berkaitan dengan viralnya unggahan Tasya. Bahkan, ada yang menyebut Tasya sebagai pihak yang “memutus rezeki orang” karena polemik tersebut berdampak pada posisi sang host.

Namun di sisi lain, banyak pula yang menilai dinamika ini sebagai bagian dari industri kreatif yang menuntut transparansi lebih besar terhadap konten endorsement.

Load More