Suara.com - Mungkin Anda tidak menyadari, jika menstruasi Anda datang bersamaan dengan teman dekat Anda atau dengan perempuan lain yang banyak menghabiskan waktu bersama Anda, seperti ibu atau kakak perempuan? Ya, fakta ini memang cukup membuat heran perempuan.
Ini adalah suatu keajaiban biologi dan sering disebut sebagai 'menstruasi disinkronkan'. Para ahli menyatakan bahwa hal ini merupakan satu keajaiban alam dan sangat menarik, jadi mengapa hal ini terjadi?
Menurut sejarah kuno, diyakini bahwa menstruasi perempuan tersinkronisasi sebagai indikasi bahwa mereka subur, sehingga ketika seorang lelaki sedang memilih pasangan, mereka semua siap untuk diseleksi.
Proses sinkronisasi waktu menstruasi ini juga disebut sebagai 'efek McClintock', diambil dari nama Martha McClintock, yang menerbitkan sebuah makalah yang berpengaruh pada topik ini dalam jurnal medis berjudul "Nature".
Ketika publikasi Martha dirilis, tercatat bahwa karena beberapa mekanisme tubuh, perempuan menjadi terhipnotis selama proses ini dan, karena itu, mereka lebih rentan terhadap sinkronisasi waktu menstruasi.
Jadi, siapa yang kemungkinan mengalami sinkronisasi waktu menstruasi?
Dikatakan bahwa perempuan yang hidup bersama, yang berada pada kesempatan lebih banyak mengalami sinkronisasi waktu menstruasi. Namun, banyak perempuan yang menghabiskan waktu bersama setiap hari, juga mengalami sinkronisasi waktu menstruasi
Apakah semua perempuan bisa mengalami waktu menstruasi yang disinkronkan?
Perempuan yang tengah mengendalikan kelahiran dan mereka yang sedang mengonsumsi pil kontrasepsi memiliki kesempatan lebih sedikit mengalami sinkronisasi waktu menstruasi. Hal ini karena ada perbedaan hormonal meskipun mereka hidup bersama-sama. Sedangkan para perempuan yang tidak minum pil, dan yang memilih untuk menggunakan single pil hormon kontrasepsi atau mini pil, memiliki peluang mengalami sinkronisasi waktu menstruasi
Apakah Anda dapat menghindari hal ini?
Ya, adalah mungkin untuk menghindari sinkronisasi waktu menstruasi. Yang pertama Anda harus mempertimbangkan pengobatan hormonal atau pil kontrasepsi. Di sisi lain, ada beberapa pengobatan rumah juga, yang dapat memilih untuk menunda menstruasi mereka. (boldsky.com)
Berita Terkait
-
Bukan Cuma Modal, Ini Bekal Sequis untuk Perempuan Wirausaha
-
Kekerasan Seksual di Perkebunan Sawit seperti Gunung Es, Perlindungan Buruh Masih Minim
-
Kenapa Banyak Perempuan Takut Mulai Lari? Kisah di Balik Komunitas Kind Pace
-
Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer: Kisah Kelam Perempuan Indonesia di Era Pendudukan Jepang
-
UMKM Perempuan Aceh untuk Naik Kelas Berkat Sinergi PNM dan OJK
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Qlola New Skin Hadir, BRI Perkuat Layanan Digital Terintegrasi bagi Nasabah Bisnis
-
Kemasan Rokok Polos Mau Diterapkan, Pengusaha Minta Dampak Ekonomi Dihitung
-
Terjaring OTT, Nasib Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq dan Wakilnya Ditentukan KPK dalam 1x24 Jam
-
BRI Hadirkan Qlola New Skin, Perkuat Solusi Digital untuk Nasabah Bisnis
-
Rice Cooker Cosmos Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan Terbaik yang Murah dan Laris Manis
-
BRI Perkuat Ekosistem Emas Nasional dengan Kelolaan Mencapai 153 Ton
-
Kejar Program B50, Bantuan Peremajaan Sawit Naik Jadi Rp60 Juta/Hektare
-
Misteri Hilangnya Fitra di Samudera Hindia: Lenyap dari Kamar Kapal
-
BRI Dukung Arahan Presiden Optimalkan Potensi Emas Indonesia
-
Paus Leo XIV Dorong Pimpinan Gereja Sedunia Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT