Suara.com - Prangko edisi khusus seri gerhana matahari total (GMT) yang dikeluarkan PT Pos Indonesia terjual habis pada saat kegiatan pengamatan gerhana matahari bersama yang digelar di Pantai Ria Kenjeran atau Kenpark Kota Surabaya, Rabu (9/3/2016).
"Antusias warga Surabaya luar biasa, 100 lembar paket prangko gerhana matahari yang kami bawa ludes di acara ini," kata Kepala Kantor PT Pos Indonesia Cabang Kebonrojo Surabaya Hidayat di Surabaya, Rabu.
Menurut dia, prangko edisi terbatas ini memiliki beberapa keistimewaan, yakni gambarnya seolah bergerak dan memunculkan cahaya lewat aplikasi telepon seluler Android.
"Pergerakan cahaya pada prangko ini persis pergerakan gerhana matahari," ujarnya.
Ia mengatakan prangko khusus ini terbuat dari bahan campuran fosfor sehingga memungkinkan memunculkan cahaya pada saat kondisi minim cahaya atau pada saat gelap.
Sementara itu, lanjut dia, PT. Pos Indonesia hanya mencetak sejumlah 300 ribu lembar secara nasional, dan hanya 250 lembar yang diedarkan di Kota Surabaya.
Menurutnya, terdapat tiga jenis prangko yang siap diperjualkan secara bebas kepada masyarakat. Pertama adalah satu set prangko yang berisi 24 lembar, kedua suvenir set yang berisi 3 lembar prangko, ketiga prangko SHP (Sampul Hari Pertama).
"Dari segi harga kami tawarkan kepada masyarakat sangat ekonomis, hanya mengeluarkan nominal sebesar Rp100 ribu saja, pengunjung bisa mendapatkan ketiga jenis prangko edisi terbatas ini," ujarnya.
Tentunya, lanjut dia, bagi para kolektor prangko merupakan waktu yang tepat untuk menambah koleksi karena gerhana matahari tidak setiap tahun terjadi.
"Spesial lagi adalah belum tentu design prangko gerhana matahari kembali diproduksi kembali, serta durasi peristiwa gerhana yang cukup lama, yakni 33 tahun sekali, ini menambah eksklusivitas prangko ini," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Membaca Orang Tuaku Hobi Menghukum: Seni Mendidik Tanpa Melukai
-
Stop Monetizing Your Hobby: Mengapa Hidup Tidak Selalu Tentang Produktivitas
-
Lelaki Adalah Anak-anak Berbadan Besar: Mengapa Layangan Jadi Alibi Utama Bapak-Bapak?
-
Honda Monkey Terbaru Tampil Makin Ikonik dengan Penyegaran Warna dan Desain Jok Klasik
-
Koleksi Fall/Winter Ardiles Hadir dengan Sentuhan Retro, Futuristik, hingga Teknologi Trail Running
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
-
Kecewa Ditinggal Begitu Saja, Ojol Jakarta Murka Massa Pati Langsung Pulang Usai dari DPR
-
Rupiah Tersengat Sentimen Demo, Ditutup Anjlok ke Level Rp17.744
-
Ojol Bawa Bendera One Piece ke DPR Dicegat Polisi: Ini Simbol Lawan Koruptor
-
Demo DPR Memanas! Mahasiswa Rusak Pagar Gerbang Utama dan Bakar Ban
Terkini
-
Penggemar Toy Story Wajib Coba, High Tea Bertema Woody dan Buzz Hadir dari Ketinggian Lantai 70
-
Kecewa AMPB Balik Kanan, Ojol Ancam Usir Massa Pati Jika Kembali Demo di Jakarta
-
KemenHAM Janji Partisipasi Publik Bukan Sekadar Slogan, Siap Tampung Kritik Pedas OMS
-
Berapa Harga Sepeda Lipat Brompton C Line? Ini Kisaran, Spesifikasi dan Kelebihannya
-
Cegah Ricuh, Polisi Minta Pelajar Demo di DPR Pulang: Pulang Ya? Salaman Dulu
-
Suasana Demo Memanas, Pengunjung Tetap Santai Makan dan Belanja
-
Korupsi BUMN: Ketika Inovasi Berjalan Tanpa Pengawasan
-
Beredar Isu Perselingkuhan, Sarah Wijayanto Ancam Akun Penyebar Hoax
-
Banjir Bandang Nepal: Penjelasan Runtuhan Gletser, Benarkah Dampak Nyata Perubahan Iklim?
-
42 Perusahaan Masuk Radar KLH, Sanksi Berat Menanti Jika Terbukti Bakar Hutan