Suara.com - Bukan rahasia lagi jika Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa. Namun, belum banyak yang tahu di mana kita bisa mencicipi banyak makanan Indonesia yang begitu unik dan lezat di satu tempat?
Jika itu yang Anda cari, maka Palalada bisa menjadi alternatif pilihan. Restoran yang menjadi bagian dari Alun Alun Indonesia, yang fokus pada berbagai produk asli Indonesia ini, menawarkan beragam makanan Nusantara.
Namun, tak seperti restoran khas masakan Indonesia lain yang mengusung konsep tradisional, Palalada justru hadir dengan eksklusif dan modern.
Di antara interior bergaya modern itu terselip, produk-produk kerajinan di tanah air. Jadi di Palalada, pengunjung bisa menikmati beragam tema yang diambil dari berbagai daerah di Indonesia. Seperti saat saya datang, Palalada sedang menghadirkan tema Kalimantan, beberapa waktu lalu.
Maka kerajinan tangan khas Kalimantan tertata apik di sudut-sudut Palalada. Tak hanya itu, pengunjung pun bisa memesan menu khas Kalimantan yang khusus dihadirkan hingga tanggal 16 Maret 2016 ini.
Tak mau terlewat, saya pun memesan satu paket menu, dari dua pilhan yang tersedia. Yakni paket satu, yang terdiri dari es cendol, Ayam goreng Singkawang, Gurame goreng Singkawang dan Rujak buah Singkawang seharga Rp95 ribu++.
Tak lama, pesanan khas Kalimantan ini pun datang. Aroma yang menguar melengkapi hidangan sambal sajikan begitu cantik layaknya makanan mewah lainnya. Membuat saya semakin tergiur dan ingin segera mencicipinya.
Ayam goreng dan gurame goreng ala Singkawang ini dimasak dengan menggunakan tepung dan tak terlalu banyak minyak. Ada sedikit tekstur garing setelah saya gigit. Empuk dan gurih.
Saat gurame goreng tersebut saya cocol dengan Sambal jeruk Bali, rasa yang berbeda pun saya dapatkan. Paduan asam, manis dan pedas pun bercampur menjadi kesegaran di dalam mulut. Membuat saya ketagihan!
Belum lagi Rujak buah Singkawang yang begitu segar disajikan bersama beberapa kerupuk emping. Keunikan rujak satu ini adalah pada taburan ebi yang membuat rasa rujak menjadi gurih. Ada rasa yang begitu nikmat ketika emping dicocol dengan kuah rujak yang bercampur dengan tekstur kacang.
Berita Terkait
-
Ekonomi RI di Kuartal II Diselamatkan Oleh Masyarakat yang Sering Makan di Restoran
-
Menu Digital di Restoran: Efisiensi yang Menggeser Kenyamanan Pelanggan
-
Sambal Tumpang: Eksekusi Yin dan Yang dalam Proses Mengolah Tempe Bosoknya
-
BM Seaside View Resto & Cafe: Hidden Gem Seafood Tepi Pantai di Anyer
-
Post Kantoor Cikini, Restoran Vintage di Bekas Kantor Pos Zaman Belanda
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung