Seni Punya Nilai Jual
Tak hanya mengajar melukis, Tetet juga membantu memasarkan sekaligus mengajarkan pula bagaimana caranya memasarkan hasil lukisan anak didiknya itu. “Melukis itu bagi saya bukan sekadar seni, keindahan atau ekspresi diri, tetapi juga memiliki nilai jual yang bisa menjadi pengasilan bagi mereka” urainya panjang lebar.
Bagi Tetet, keahlian dalam memasarkan karya seni harus dimiliki oleh para seniman, karena pemahaman seni masa kini dengan zaman dahulu sangatlah berbeda. "Zaman dulu, seni hanya untuk seni, tapi sekarang, seni sudah jadi karya sehingga harus menyentuh setiap lapisan masyarakat. Inilah makanya seni bisa dibeli atau dinikmati oleh orang lain," terangnya.
Tetet memang begitu menguasai dunia pemasaran yang dinilainya sangat bermanfaat bagi seniman. Ilmu pemasaran ini ia pelajari ketika kuliah di Universitas Padjajaran (Unpad). Di Universitas itulah ia meraih gelar doktoral bidang manajeman pemasaran seni pada 2005.
“Saya memang mengambil pemasaran seni. Pada waktu itu ada pro dan kontra, karena sebagian orang menilai seni itu tidak boleh dipasarkan, melainkan hanya dinikamati secara pribadi. Tapi menurut saya seni itu setelah jadi karya harus dipasarkan," jelasnya.
Selain sebagai seniman, Tetet juga sibuk mengajar di berbagai universitas di antaranya Unikom Bandung dan Universitas 17 Agustus Cirebon. Namun dari sekian banyak kegiatan yang dilakukannya, ia mengaku paling menyukai dunia menulis, melukis dan membatik.
“Biasanya kalau saya menulis pasti sedang memiliki problem sehingga curahan hati bisa disalurkan melalui menulis atau melukis,” ungkapnya.
Ia memang menyukai dunia tulis-menulis sejak kecil. Beberapa karya puisi dan cerpennya pernah diterbitkan di koran nasional saat Tetet berusia 13 tahun.
Saat ditanya topik apa yang sering ditulisnya? Tetet mengatakan banyak menulis tentang tema-tema sosial kemanusiaan dan masalah kesetaraan gender.
Berita Terkait
-
Profil Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM yang Kritik Pemerintahan Prabowo-Gibran 'Rezim Bodoh'
-
Perjalanan Karier Eric Dane, Bintang Greys Anatomy yang Meninggal Akibat ALS
-
Siapa Bude Wellness? Influencer Anti-Vaksin Viral Hina Dokter Suka Main Tuhan-tuhanan
-
Intip Kondisi Keuangan MPPA, Saham Layak Dibeli saat Ramadan?
-
Profil Jacob Elordi: Idola Remaja Netflix Menjelma Jadi Ikon Baru Hollywood
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
4 Tren Baju Lebaran 2026 yang Bakal Viral, Gamis 'Bini Orang' Paling Diburu
-
Akad Pakai Bahasa Arab tapi Tidak Paham Artinya, Apakah Nikahnya Sah?
-
Jangan Lewatkan Perpaduan Manis-Pedas di Menu Baru Wingstop "Iftar Spice" yang Bikin Nagih
-
5 Rekomendasi Lipstik Pink yang Elegan dan Bikin Awet Muda
-
4 Zodiak Paling Beruntung 25 Februari 2026, Cancer Banjir Cinta dan Kasih Sayang
-
7 Rekomendasi AC 1/2 PK Watt Rendah Paling Murah untuk Rumah
-
7 Sepatu Lari dengan Cushion Terbaik, Kaki Nyaman Tanpa Takut Cedera
-
25 Link Download Amplop Lebaran Lucu, Gratis dan Bisa Langsung Cetak
-
Terpopuler: Cara Download Bukti Pemesanan Uang Baru, Beda Pendidikan Dwi Sasetyaningrum dan Suami
-
Tren Pelihara Kucing Makin Naik, Nutrisi Anabul Jadi Perhatian Utama