Siapa tak kenal Bandung? Ibukota provinsi Jawa Barat ini kini dikenal sebagai salah satu pusat industri kreatif di Indonesia. Industri kreatif menjadi roda perekonomian di Bandung hingga akhirnya membuat Bandung masuk dalam jaringan kota kreatif dunia UNESCO bersama dengan 47 kota lainnya dari 33 negara lainnya di dunia.
Kontribusi ekonomi kreatif di Kota Kembang menyumbang sekitar 11 persen untuk pertumbuhan ekonomi kota.
Fakta lainnya, mengungkap Bandung merupakan salah satu kota besar di Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 8 juta orang. Dari angka itu, 68,4 persen di antaranya berusia di bawah 40 tahun. Dan 80 persen dari mereka adalah pengguna telepon pintar.
Fakta ini membuat website sekaligus aplikasi penyedia layanan reservasi dan direktori restoran Qraved tak ragu untuk melakukan ekspansi ke kota Bandung. Kota kembang ini dianggap mampu memanfaatkan teknologi yang ditawarkan oleh Qraved untuk memenuhi kebutuhan kuliner masyarakatnya.
Kehadiran Qraved di Bandung diharapkan dapat menambah pertumbuhan ekonomi kota dalam bidang kuliner.
Melalui inovasi di bidang teknologi, Qraved ingin menjembatani masyarakat dan para pemilik restoran untuk membangun, mengembangkan dan menciptakan dunia kuliner dengan cara baru.
"Kami adalah jembatan yang menghubungkan masyarakat-makanan dan kehidupan," jelas Steven Kim dari Qraved.
Ia menambahkan, saat ini Qraved telah memiliki lebih dari 3,500 direktori tempat makan di Bandung. Setelah meluncurkan Qraved di Bandung, ia yakin akan memiliki direktori restoran lebih banyak lagi.
"Kami juga akan melakukan berbagai macam aktivas di kota Bandung agar lebih memahami kebutuhan masyarakat Bandung akan kuliner dengan menggandeng restoran dan komunitas,” imbuhnya.
Qraved selama ini dikenal sebagai sahabat restoran yang menyediakan berbagai macam solusi yang dibutuhkan restoran untuk meningkatkan brand awareness, menciptakan tren, memperluas pangsa pasar dan memberikan layanan reservasi.
Suara.com - "Kami juga berharap Qraved dapat menjawab berbagai persoalan kuliner yang sering dihadapi masyarakat Bandung dengan menyediakan artikel kuliner menarik, promo dan diskon restoran serta dining point setiap melakukan reservasi," pungkas Kim.
Berita Terkait
-
Mencicipi Sop Buntut Cut Meutia, Kuliner Legendaris dengan Rasa Otentik | SERASA
-
Pimpin Klasemen, Umuh Muchtar Ingatkan Persib Bandung Jangan Jumawa
-
Momentum Lebaran Bersama Keluarga, Dedi Kusnandar Lupakan Sejenak Sepak Bola
-
Dari Jalanan ke Meja Makan, Waoreng "Babeh" yang Kini Ramai di Mangga Besar
-
5 Promo Kuliner Lebaran 2026 yang Bikin Hemat, Cocok Buat Kumpul Bareng!
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Contoh Ikrar Syawalan Bahasa Jawa Singkat dan Artinya, Bikin Momen Halalbihalal Makin Khidmat
-
Waspada! 5 Ciri Kolesterol Tinggi pada Wanita yang Sering Diabaikan Usai Lebaran
-
Jadwal Lengkap Ganjil Genap, One Way, dan Contra Flow Tol Arus Balik Lebaran 2026
-
Konsumen Korea Selatan Mulai Tinggalkan Plastik, Kemasan Aluminium Jadi Pilihan Baru?
-
8 Tips Kembali Produktif dan Semangat Kerja Usai Libur Panjang Lebaran
-
7 Tinted Sunscreen Terbaik untuk Hilangkan Flek Hitam Membandel
-
7 Penyakit yang Sering Muncul Pasca Lebaran dan Cara Sederhana Mengatasinya
-
5 Rekomendasi Sunscreen untuk Anak Usia 12 Tahun yang Aman
-
10 Sepatu Adidas Diskon di Sneakers Dept, Seri Samba Jadi Ratusan Ribu Rupiah
-
Tak Banyak yang Tahu! Diam-diam Spons Cuci Piring Melepaskan Mikroplastik: Adakah Solusinya?