Lifestyle / Food & Travel
Kamis, 07 Juli 2016 | 14:35 WIB
Pulau dan Selat Lembeh. (Foto: Antara)

Suara.com - Tak hanya Taman Laut Bunaken, Manado, Sulawesi Utara (Sulut), juga memiliki segudang tujuan wisata lain. Selain itu, Manado juga diprediksi akan menjadi salah satu kawasan wisata terbaik di Indonesia.

Apalagi pada Juli 2019, rencananya Manado akan membuka penerbangan langsung dari Cina. Tahun ini, sekitar 8.000-an wisatawan asal Cina akan datang selama Juli-Agustus.

Berikut 10 destinasi terbaik Manado, #PesonaLebaranManado #PesonaKulinerManado #PesonaLebaranSulut #PesonaIndonesia #WonderfulIndonesia#VisitPesonaMinahasa2017:

1. Pulau Lihaga
Pulau ini terletak di Kabupaten Minahasa Utara. Untuk mencapainya, Anda akan menempuh perjalanan sekitar 90 menit dari Kota Manado menuju Likupang (Pelabuhan Serei).

Setelah itu Anda melanjutkan perjalanan lagi selama kurang lebih 40 menit menggunakan perahu nelayan setempat, dengan harga sewa perahu sekitar Rp 800.000 untuk 20 penumpang. Walau harus menempuh perjalanan lebih dari 2 jam, Anda tak perlu khawatir, karena akan disambut hamparan pasir putih halus yang dikelilingi birunya lautan.  Di Pulau Lihaga, Anda bisa menikmati keindahan bawah lautnya (snorkeling).

2. Pasir Timbul Pulau Nain
Merupakan tempat wisata unik, karena hanya bisa didatangi saat air laut surut. Itu pula mengapa disebut Pasir Timbul.

Hamparan pasir putihnya berkilauan saat diterpa sinar matahari. Daratan pasirnya sendiri akan terlihat lebih luas sewaktu bulan purnama.

Pulau Nain masih berada di area Taman Laut Bunaken. Kawasan ini dapat ditempuh dengan perahu longboat yang bisa memuat 40 orang, kemudian ketika mendekati delta Pulau Nain, berganti naik petahu kecil.

Setelah itu Anda akan berjalan kaki menyusuri karang dan pasir dengan air laut sebatas lutut, yang perlahan menyurut ketika tiba di Pasir Timbul.

3. Pulau dan Selat Lembeh
Pulau Lembeh merupakan pulau yang menjadi benteng Pelabuhan Bitung dari ganasnya angin barat. Bisa ditempuh selama 15 menit dari Bitung melewati Selat Lembeh.

Di kawasan ini terdapat banyak objek wisata darat yang bisa ditemukan, seperti Monumen Trikora, sumber air tawar Aer Prang, serta patung Yesus Kristus yang menjulang setinggi 35 meter (m), mengalahkan patung yang berada di Brasil. Selat Lembeh sendiri memiliki keunikan, selain punya 88 lokasi menyelam.

Alam bawah lautnya bisa jadi ajang macro photography (fotografi dalam jarak dekat). Sebenarnya, perairan Selat Lembeh tidak memiliki terumbu karang yang bagus seperti di sekitar Bunaken, namun Selat Lembeh memiliki banyak biota berukuran kecil yang dapat berkamuflase dengan baik pada habitat.

Sebagian bahkan termasuk langka dan tidak ditemukan di tempat lain, atau bersifat endemik. Karena keistimewaan tersebut, Selat Lembeh sering kali dijuluki sebagai “The Mecca of Divers atau The Mecca of Macro Photography”.

4. Pantai Pal Marinsow
Pantai Pal yang terletak di ujung utara Pulau Sulawesi berbentuk seperti kepala anjing.  Lokasinya di Desa Marinsow, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara. Pantai ini berpasir putih memanjang di pesisir utara Sulawesi. Bisa ditempuh dengan kendaraan darat selama 90 menit dari Kota Manado.

5. Pantai Mahembang
Pantai ini juga termasuk destinasi baru yang belum banyak terjamah. Tapi belakangan, seiring dengan maraknya foto di media sosial, pantai ini menjadi semakin ramai.

Pantai ini berpasir putih dan menghadap ke Laut Maluku, di pantai barat ke arah Ternate. Letaknya di Desa Mahembang, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa, dan bisa ditempuh dengan kendaraan darat selama 3-4 jam dari Kota Manado.

6. Pantai Lakban
Satu lagi pantai indah yang menghadap Laut Maluku, namanya Pantai Lakban. Berlokasi di Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara.
Pemandangan alam di daerah yang dahulu dikenal sebagai tempat penambangan emas milik Newmont ini memanjakan mata Anda. Bagi pecinta fotografi, Pantai Lakban merupakan salah satu tempat pemotretan terbaik.  

Banyak pulau kecil yang dapat dikunjungi dengan perahu wisata, di antaranya Pulau Batu Tiga, Pulau Mutiara, Pulau Racun, Pulau Dako Kayu, Pulau Hogow, Pulau Putus-putus, dan Pulau Naga.  

Selain pemandangan alam, pemandangan bawah laut juga sangat menarik untuk snorkling. Pantai Lakban bisa ditempuh selama 4 jam dari Kota Manado.

7. Pulau Baling-baling
Pulau ini masuk wilayah Desa Tumbak, Kecamatan Pusomaen, Kabupaten Minahasa Tenggara. Untuk sampai ke pulau ini diperlukan waktu 3-4 jam perjalanan dari Kota Manado. Dari desa yang mayoritas penduduknya adalah Suku Bajo ini, wisatawan bisa menyewa perahu dan pemandu untuk diantarkan ke Pulau Baling-baling, dengan waktu tempuh sekitar 15 menit.

Selain wisata pantai, alam bawah laut, yang juga sangat menarik adalah menikmati pemandangan alam dari puncak bukit Pulau Baling-baling. Tak ada penginapan di pulau ini, tapi Anda bisa menyewa rumah penduduk Suku Bajo yang dijadikan tempat penginapan, atau bisa kembali ke pantai dan menginap di Pantai Tumbak.

8. Desa Rurukan
Desa Rurukan adalah tempat untuk menikmati Tanah Minahasa. Berada di ketinggian sedikit di luar Kota Tomohon, Anda bisa melihat sebagian daratan Minahasa dari kejauhan, seperti Kota Manado, Kota Bitung, Gunung Klabat, Gunung Lokon, Kota Tondano serta danaunya.

Hal menarik lain yang bisa dinikmati adalah area perkebunan bunga serta sayur-sayuran yang mendominasi Desa Rurukan. Rurukan juga terkenal dengan produksi gula merah dari pohon enau.

9. Wisata Holtikultura Modoinding
Kecamatan Modoinding di Kabupaten Minahasa Selatan ini mendapat julukan “Dapur Indonesia Timur”. Tak berlebihan, karena Modoinding menjadi sentra penyedia berbagai jenis sayuran untuk Indonesia Timur.  

Bagi penikmat alam wisata pegunungan, Modoinding sangat layak dikunjungi. Wisata holtikultura berupa tanah perkebunan yang tertata sangat memanjakan mata.

Di kota ini juga berlangsung Festival Kentang, yang dilaksanakan tiap tahun. Selain wisata holtikultura, keindahan alam Danau Moat yang selalu terutup kabut bisa jadi objek wisata menarik.
 
10. Kuliner Boulevard Tondano
Salah satu tempat wisata kuliner menarik ketika berkunjung ke Manado adalah pusat kuliner yang terkerak di Desa Koya, Kecamatan Tondano, tepatnya berada di sebuah area persimpangan Jalan Boulevard Tondano dengan jalan menuju Universitas Manado (Unima).

Berada sekitar 40 kilometer (km) dari Kota Manado, atau bisa ditempuh dalam waktu 1 jam. Kawasan ini menyediakan berbagai menu kuliner khas setempat, seperti ikan danau, jagung rebus serta jagung bakar.

Namun yang paling menarik dan layak dicoba adalah Sate Kelobi, kuliner khas yang hanya ditemukan di sini. Sate Kelobi adalah sate daging keong air tawar, yang banyak ditemukan di daerah pinggir Danau Tondano.

Dengan diolah khusus sebelum dibakar, sate ini disuguhkan dengan sambal ekstra pedas. Selamat mencicipi.

Load More