Suara.com - Masyarakat Krapyak, Pekalongan, Jawa Tengah memiliki tradisi unik untuk menyambut hari raya Idul Fitri. Tradisi yang bernama Syawalan ini biasa digelar pada hari ketujuh bulan syawal. Dan, tahun ini akan digelar pada Rabu (13/7/2016) besok.
Untuk menyambut tradisi ini Forum Kerukunan Masyarakat Krapyak (FKMK) Kota Pekalongan, Jawa Tengah, akan menggelar kirab "Budaya Jlamprang Kultur Parade 1001 Merah Putih".
Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Panitia Lopis Krapyak Pekalongan, Iwan Kurniawan mengatakan bahwa selain menggelar kirab, FKMK juga akan diisi acara pemotongan lopis raksasa.
"Kirab budaya akan dimulai dari Taman Sorogenen hingga menuju balai Kelurahan Krapyak. Adapun tema kirab budaya ini, Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya.
Ia mengatakan kirab Budaya Jlamprang Kultur Parade 1001 Merah Putih ini oleh masyarakat Krapyak agar mereka dapat terinspirasi dan membangkitkan kembali tradisi budaya daerah setempat.
Adapun untuk pembuatan lopis raksasa ini, kata dia, panitia telah menyiapkan 400 kilogram beras ketan, ratusan kelapa, dan bumbu lainnya.
"Pada perayaan Syawalan 1437 Hijriyah ini, kami membuat lopis raksasa dengan ukuran tinggi mencapai 1,90 meter, berat 1 ton, dan diameter 77 sentimeter," katanya.
Menurut dia, pada tahun ini, pembuatan lopis raksasa lebih kecil dibanding tahun sebelumnya yang mencapai berat 450 kilogram beras ketan.
"Hanya saja, pembuatan lopis raksasa ini sedikit terganggu karena lingkungan rumah warga direndam rob. Kendati demikian, perayaan tradisi Syawalan dengan membuat lopis raksasa tetap kami buat," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Contoh Teks MC Halalbihalal di Sekolah, Singkat dan Khidmat
-
Contoh Ikrar Syawalan Singkat, Bisa untuk Acara di Sekolah hingga Lingkungan Rumah
-
Arti Syawalan dan Sejarah Tradisi Kupatan di Jawa
-
Contoh Ikrar Syawalan Bahasa Jawa Singkat dan Artinya, Bikin Momen Halalbihalal Makin Khidmat
-
30 Contoh Undangan Syawalan dan Halal Bihalal: Gratis dan Bisa Langsung Edit
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
-
Amarah Warga Pati Meledak, Kiai Sekaligus Tokoh Pemerintahan Cabuli Santriwati
Terkini
-
Bersih-Bersih Sungai Tak Cukup Jika Keran Plastik Terus Mengalir
-
Ada Benda Asing dari Larva hingga Lelehan Plastik di MBG Selandia Baru Respon Pemerintah Mengejutkan
-
Kebakaran Gudang Ikan di Jangkar Situbondo, Kerugian Ditaksir Rp20 Juta
-
Deforestasi dan Karhutla Disebut Jadi Lingkaran Setan: Mengapa?
-
Kritik Sentilan Menkeu Purbaya, Ketua DPRD DKI: DBH Hak Jakarta Ditahan, Mau Utang Malah Dilarang
-
5 Manfaat Utama Menggunakan Krim Malam Sebelum Tidur untuk Wajah
-
8.500 Pelari Siap Ramaikan Jakarta Awal Oktober, Fanny Ghassani: Lari Jadi Olahraga yang Accessible
-
Polda Metro Jaya Geledah Kantor BPN Kabupaten Bogor Terkait Dugaan Mafia Tanah Program PTSL
-
4 AC Daikin Inverter yang Hemat Listrik dan Awet, dari Zeta hingga EVO
-
DPR Mulai Tak Yakin BPOM Bisa Hentikan Keracunan MBG: Desain Program Harus Diubah Total