Suara.com - Konsumsi air dengan perasa tertentu memang sangat memanjakan lidah. Terlebih kandungan gula di dalamnya seakan memberi kesegaran tersendiri terlebih jika disajikan dalam kondisi dingin.
Namun sayangnya beberapa jenis minuman dengan tambahan rasa di dalamnya membawa pengaruh buruk bagi kesehatan Anda. Simak lima jenis minuman yang sebaiknya tidak Anda konsumsi lagi.
1. Kopi dengan rasa tambahan
Jika kopi yang Anda beli dibubuhi dengan cita rasa lainnya maka sudah dapat dipastikan bahwa kopi tersebut mengandung zat perasa tambahan. Bahan-bahan tambahan ini kerap tidak disebutkan pada label, tetapi bersifat aditif yang dikaitkan dengan risiko kanker.
2. Soda
Bukan rahasia lagi bahwa minuman bersoda memiliki kandungan gula tinggi yang dapat mempengaruhi kesehatan Anda.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal American Geriatrics Society menemukan bahwa orang yang mengonsumsi soda secara rutin selama 10 tahun berisiko tiga kali lipat memiliki perut buncit. Kondisi ini sendiri dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskuler, diabetes tipe 2, sindrom metabolik, dan peningkatan angka kematian.
3. Jus buah kemasan
Hanya karena menjanjikan 100 persen buah alami pada kemasannya, bukan berarti Anda harus mempercayainya.
Para ilmuwan meyakini bahwa jus buah kemasan mengandung gula dalam jumlah tinggi dan serat yang diawetkan. Sementara itu kandungan vitamin dan nutrisi lainnya juga tidak bisa mengganti sumber buah asli.
4. Air mineral berbagai rasa
Konsumsi air mineral hingga 8 gelas sehari memang dianjurkan oleh para pakar gizi. Namun rasa air mineral yang tawar membuat orang malas untuk mengonsumsinya.
Para produsen air mineral pun membuat inovasi baru dengan menambahkan rasa baru di dalamnya. Sayangnya dengan tambahan rasa ini, air mineral ditambahkan gula, dan penyedap sintetis di dalamnya. Tentu saja ai mineral ini berbeda dengan air lainnya.
5. Air botol kemasan
Menurut penelitian yang dilakukan Environmental Working Group, air kemasan tidak sepenuhnya aman dari kontaminasi bakteri. Lebih baik bawa air mineral dari rumah jika akan bepergian. (Prevention)
Berita Terkait
-
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
-
4 Rekomendasi Showcase Minuman Termurah yang Kapasitasnya Besar dan Hemat Listrik
-
PASplus, Program Kolaborasi untuk Beri Nilai Tambah bagi Penumpang
-
Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi
-
Tak Sekadar Tekan Emisi: Bagaimana Brand F&B Ini Kurangi Limbah Industri?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan