Kedai Seni Djakarte. [suara.com/ Rinaldi Aban]
Nama restoran yang terletak di kawasan Kota Tua Jakarta ini memang tak begitu terkenal macam Cafe Batavia.
Namun, tempat 'hangout' bernama Kedai Seni Djakarte ini, ternyata memiliki nilai seni tinggi, lantaran arsitekturnya didesain dengan gaya kolonial zaman Penjajahan Belanda.
Tak dipungkiri, dilihat dari kejauhan, restoran ini sangat menarik. Sebelum Anda mengunjunginya, tak ada salahnya membaca dulu fakta menarik restoran yang bersebelahan dengan Bangi Kopi dan Kafe Historia ini.
1. Bantuan Dari UNESCO
Pada 2015 Kedai Seni Djakarte mendapat bantuan dari UNESCO. Pihak UNESCO merenovasi atap Kedai Seni Djakarte sehingga tampak menarik. Dari lantai atas, Anda bisa melihat suasa kota tua yang berbeda.
2. Foto Untuk Instagram
Jika Anda naik ke lantai dua akan disuguhkan tembok yang berisikan foto-foto dan quote menarik. Di ruangan ini sangat cocok jika Anda posting di instagram, foto-fotonya dipastikan akan berbicara dengan sendirinya.
3. Penghargaan dari Universitas Indonesia
Pada Februari 2016, kedai Djakarte mendapat penghargaan Gedung arsitektur terbaik dari Universitas Indonesia.
4. Kekeluargaan
Di restoran ini membangun sistem kekeluargaan seperti menjalin hubungan baik dengan customer. Hal ini bertujuan agar sang cutomer menjadi pelanggan tetap. "Intinya agar tak ada jarak antarcustomer dengan kami," ujar Sugeng salah satu karyawan cafe Kedai Seni Djakarte.
5. Harga Murah
Menu-menu di Kedai Seni Djakarte terbilang murah meriah untuk di kawasan Kota Tua. Harganya berkisar dari Rp15 ribu hingga Rp50 ribu.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza yang Ancam Gencatan Senjata
-
Kubu Febrie Ajukan Praperadilan, Klaim untuk Menjernihkan Proses Hukum
-
Ciri-Ciri Orang yang Memiliki Weton Tulang Wangi, Kenali Sifat dan Aura Menurut Kepercayaan Jawa
-
Link Daftar Upacara 17 Agustus Istana Merdeka 2026 Tak Bisa Diakses? Ini Solusinya
-
Pria Bersenjata Senapan Serbu Teror Area Klub Golf Donald Trump di California
-
Head to Head Ter Stegen vs Maarten Paes: Siapa Lebih Layak Jadi Kiper Nomor 1 Ajax?
-
Purbaya Janji Tambah Dana SAL ke Bank Jika Rp 400 Triliun Masih Kurang
-
Dari Desa Wisata Menuju Lestari, Cara Kemiren Belajar Mencintai Lingkungan
-
5 Sepatu Lari Kiprun Terbaik: Nyaman Dipakai Jogging, Tempo Run hingga Maraton
-
Layanan Mewah Alphard Hybrid Tersedia untuk Penumpang Garuda Indonesia Melalui Kolaborasi Strategis