Suara.com - Bakat-bakat muda Indonesia kini semakin menunjukkan taringnya di kancah dunia, melalui berbagai bidang di industri kreatif. Kali ini, giliran brand lokal asal Bandung, Norlive yang siap bersaing dengan industri fesyen mancanegara.
Norlive yang berdiri pada 2011, akan membawa sejumlah koleksi terbarunya di ajang Indonesia Display Warehouse di Basel, Swiss. Acara yang bekerja sama dengan Indonesia Display pada akhir 2016 ini juga merupakan sebuah upaya terobosan dalam memfasilitasi para pengusaha Indonesia, untuk menjajaki potensi pasar global secara lebih berkelanjutan.
"Kami ingin menunjukkan kepada dunia luar, bahwa anak-anak muda Indonesia juga mempunyai karya-karya kreatif di bidang fesyen yang tak kalah dengan mancanegara. Untuk itulah kami ingin berkonstribusi di acara ini," kata Irma Wulan Sari, Pemilik Norlive, dalam media gathering di gerai utama Norlive, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (27/9/2016).
Berbeda dari kebanyakan brand fashion lain, yang mengangkat keindahan busana perempuan, Norlive justru berfokus pada busana khusus lelaki dengan kesan etnik yang kental, namun tetap memiliki napas modern.
Nantinya, koleksi busana Norlive yang akan dibawa pada ajang Indonesia Display Warehouse tetap disesuaikan dengan 'DNA'-nya, yang mengangkat wastra-wastra nusantara, seperti batik dan tenun, namun di campur dengan material yang nyaman, seperti katun, bahan denim, maupun kulit.
"Kita nggak mungkin buat baju yang full tenun untuk pasar luar negeri, karena itu kan tebel sekali. Jadi kita akan mix dengan material yang nyaman, tanpa menghilangkan keindonesiaannya," lanjut Irma.
Karakter busana Norlive yang khas dengan variasi aksen yang unik pada bagian kerah, siku dan lengan seakan menjadi kekuatan desainnya, sehingga busana tersebut terlihat modern, sekaligus elegan.
Tak hanya itu, meski kaum Adam umumnya lebih mencari warna-warna aman seperti cokelat, abu-abu dan hitam untuk busananya, Norlive justru menghadirkan warna-warna yang lebih cerah. Alasannya, kata Irma, Norlive ingin setiap lelaki bisa terlihat lebih muda ketika menggunakan koleksi.
"Ada 28 koleksi yang akan kami bawa ke Swiss nanti. Seluruhnya koleksi eksklusif dan premium," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard