Lifestyle / Relationship
Senin, 10 Oktober 2016 | 05:11 WIB
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Tidak ada yang salah untuk memanjakan diri dalam memuaskan hasrat seksual Anda dengan masturbasi. Tapi jika ini dilakukan terlalu berlebihan atau banyak, justru bisa menyebabkan berbagai masalah.

Bercinta dengan pasangan memang disebut sebagai salah satu aktivitas menyehatkan. Namun, jika Anda masih membutuhkan masturbasi bahkan setelah sesi bercinta, maka ini bisa menjadi tanda bahwa Anda mengalami gangguan dalam diri yang dikenal sebagai gangguan masturbasi kompulsif.

Ketika ada dorongan untuk melepaskan cairan air mani secara paksa, ini akan membuat Anda sangat sulit untuk fokus pada hal lain. Jadi, ketahuilah fakta mengenai gangguan ini lebih dalam seperti dilansir Boldsky.

Fakta 1
Sama seperti makan berlebihan atau makan secara emosional, kesenangan saat masturbasi juga bisa menjadi buruk bagi tubuh dan pikiran jika dilakukan berlebihan.

Fakta 2
Dalam beberapa kasus, orang yang menderita gangguan ini sering merasa perlu untuk masturbasi, bahkan setelah sesi bercinta yang intens dengan pasangan mereka. Kecuali mereka sadar untuk tidak menginginkan hal itu lagi.

Fakta 3
Masturbasi kompulsif dapat mengakibatkan cedera pada alat kelamin meski dalam beberapa kasus, ini jarang terjadi. Anda mungkin perlu menangani bagian sensitif Anda dengan lebih hati-hati.

 Fakta 4
Jika Anda merasa sulit untuk merasa klimaks dengan pasangan Anda dan hanya merasa baik ketika Anda masturbasi (dengan cara menyentuh Mr. P dan mengeluarkannya sendiri) maka ini bisa berarti bahwa Anda kecanduan dengan cara ini.

Fakta 5
Jika Anda melakukannya lebih dari 3-4 kali sehari dengan cara 'mengocok' kemaluan Anda sendiri, dan merasa sakit pada daerah sensitif itu, maka Anda mungkin menderita gangguan ini.

Fakta 6
Para ahli kesehatan menyarankan agar Anda menemukan hobi baru untuk mengisi waktu luang, hindari film porno dan menemukan kesenangan bercinta bersama pasangan untuk meminimalkan efek adiktif dari masturbasi.

Load More