Suara.com - Starbucks, perusahaan kedai kopi terbesar di dunia, mengatakan akan mempekerjakan 10.000 pengungsi di kedai-kedainya di 75 negara di dunia. Rencana ini akan diwujudkan dalam lima tahun ke depan, demikian diwartakan CNN, Minggu (29/1/2017).
CEO Starbucks, Howard Schultz, mengutarakan rencana itu dalam sebuah memo yang dikirimkan ke seluruh pegawainya sebagai reaksi atas kebijakan pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang melarang pengungsi dari tujuh negara muslim untuk masuk ke AS.
"Kita hidup di masa yang unik, yang belum pernah terjadi sebelumnya," tulis Schultz dalam memo itu sembari menambahkan bahwa perusahaan akan mengambil beberapa langkah untuk "memperkuat keyakinan kita pada semua mitra di seluruh dunia."
Sebagai langkah awal, tulis Schultz, Starbucks akan fokus pada orang-orang yang membantu tentara AS, baik sebagai penerjemah atau tenaga bantuan lainnya, di negara-negara konflik.
Starbucks juga akan membantu pengungsi yang datang ke AS saat masih kanak-kanak, agar mereka bisa memperoleh surat izin mengemudi, berkuliah, dan mendapatan pekerjaan. Ini adalah bagian dari program DACA yang digagas dan dimulai oleh Presiden Barack Obama pada 2012 silam.
"Kami bergerak dalam bisnis yang bertujuan untuk menginspirasi dan menumbuhkan semangat kemanusiaan. Ini tidak akan berubah," tegas Schultz.
Schultz adalah salah satu pemimpin dan pemilik bisnis besar di AS yang menolak kebijakan diskriminatif Trump. Sebelumnya sejumlah bos perusahaan teknologi dan internet seperti Facebook, Twitter, dan Google telah menyuarakan kecamannya terhadap Trump.
Berita Terkait
-
Sempat Disorot, FIFA Pastikan Donald Trump Akan Serahkan Trofi Piala Dunia 2026
-
Donald Trump Bakal Simpan Trofi Piala Dunia, Juara 2026 Cuma Dikasih Replika?
-
Perpecahan di Partai Republik? Kongres AS Desak Trump Hentikan Agresi Militer ke Iran
-
Ancaman Donald Trump Dibalas, Iran Siapkan Angkatan Bersenjata di Garis Depan
-
Aduh! Perdamaian AS - Iran Terancam Beratakan karena Ancaman Donald Trump
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
3 Rekomendasi Genset 500 Watt yang Bisa Dipakai di Rumah, Solusi saat Pemadaman Listrik
-
Lebih dari Sekadar Pertandingan: Ketika Euforia Sepak Bola Menjadi Gaya Hidup Generasi Urban
-
5 Face Wash Anti-Aging untuk Kurangi Kerutan Usia 40 Tahun agar Wajah Tampak Muda
-
Ciri-Ciri Sunscreen Kedaluwarsa, Ini Risikonya kalau Tetap Dipakai
-
9 Penyebab Kulkas Berbunyi Dengung, Lengkap Panduan Rawat Elektronik Rumah Tangga
-
Berapa Suhu AC Ideal agar Tidak Boros Listrik? Ini Trik biar Tagihan Tetap Hemat
-
3 Serbuk Anti-Sumbat Saluran Air, Solusi Pipa Mampet Akibat Rambut
-
5 Air Cooler yang Dingin dan Hemat Listrik, Bikin Ruangan Sejuk Maksimal
-
3 Skincare Marina Bright Booster Harga Rp20 Ribuan, Pengguna Akui Ampuh Cerahkan Wajah
-
Gaji UMR Beli Sepatu Running Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik Versi Dokter Tirta