Suara.com - Seorang anak laki-laki yang masih berusia enam tahun sejak lahir diberi nama dari salah satu jenis perabotan rumah tangga, yaitu Table atau dalam bahasa Indonesia berarti meja.
Sang ibu yang tidak diketahui namanya tersebut mengakui bahwa nama bawaan anak yang ia adopsi terdengar konyol. Meski begitu, ia tak kuasa 'mencabut' nama sang anak begitu saja karena merasa tak berhak.
Tiga setengah tahun setelah mengadopsi Table, sang ibu mengaku bahwa anaknya menderita dan sangat ingin mengganti nama.
"Kami memutuskan untuk tetap menggunakan nama lengkapnya termasuk nama belakang. Nama lengkapnya, tadinya adalah Table Michael Harrison," ungkap sang ibu seperti yang dikutip dari MirrorOnline.
Kini, ketika Table telah diadopsi oleh keluarga baru, ia memiliki nama lengkap yaitu Table Michael Harrison Smith-Jones.
Saat mulai memasuki bangku sekolah tahun lalu, Table mulai menjadi bahan olokan di sekolah. "Dia dibuat bahan kelakar di sekolah karena namanya. Saya bilang, dia bisa menggunakan salah satu nama tengahnya jika dia mau. Dia akhirnya memutuskan untuk menggunakan nama Harrison."
Meski demikian, masih ada sebagian teman sekelas Harrison yang memanggilnya Table. Harrison juga kerap dibuat kesal jika dalam kertas formulir mencantumkan nama depannya saja.
"Ulang tahunnya yang ketujuh akan segera datang dan dia meminta apakah kami dapat mengganti namanya menjadi Harrison sebagai kado ulang tahun," tutur sang bunda.
Perempuan tersebut mengatakan bahwa ia dan suaminya tengah memikirkan hal tersebut. Harrison mengaku bahwa nama Table selain terdengar konyol juga memberikan kenangan buruk baginya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan