Suara.com - Suara.com berkesempatan menjajal tiga makanan khas NTT, tepatnya di Kabupaten Belu, belum lama ini.
Bupati Belu Willybrodus Lay, SH mengatakan, Belu memiliki makna persahabatan. Hal ini ditunjukkan dengan keramahan penduduknya yang bersahabat.
Untuk menjamu tamu, penduduk setempat dipastikan akan menyediakan makanan khas yang sebagian besar terbuat dari jagung atau sagu.
"Silakan dicoba ini, makanan khas asal Belu yang tidak hanya nikmat tapi juga sehat," ujar Willybrodus Lay kepada para wartawan yang hadir.
Bahkan, Dinas Kesehatan setempat merekomendasikan beberapa makanan khas ini sebagai alternatif menu MPASI (Menu Pendamping ASI) bagi para bayi diatas usia enam bulan, karena memiliki kandungan gizi yang tinggi.
Nah, agar tidak penasaran dengan berbagai makanan khas asal Belu, NTT, yuk simak pemaparan Suara.com berikut.
1. Ai Uhik Kuhus
Makanan khas yang menyerupai kue putu ini terbuat dari tepung singkong, kelapa parut, gula merah dan kacang hijau. Cara pembuatan makanan khas ini pun terbilang mudah. Tepung singkong dan kelapa parut diremas-remas dengan campuran sedikit air dalam sebuah wadah bernama nyiru.
Lalu adonan dibentuk sesuai dengan kepalan tangan dan dikukus dalam wadah yang terbuat dari anyaman lontar berbentuk kerucut bernama kakuhus. Menurut masyarakat setempat, ai uhik kuhus sering pula disebut ubi kukus. Biasanya makanan ini disantap bersama ikan kuah asam atau sebagai pendamping minum kopi.
Dalam satu porsi Ai Uhik Kuhus mengandung 184.2 kkal, 2.7 gram protein, 2.6 gram lemak, dan 39.3 gram karbohidrat.
2. Aka Bilan
Aka bilan adalah makanan khas asal Belu, NTT yang terbuat dari sagu. Pada zaman dahulu, aka bilan ini merupakan makanan pokok masyarakat Belu yang terbuat dari campuran sagu, kelapa parut, kacang hijau, dan sedikit garam.
Meski tidak diberi gula, Aka Bilan memiliki rasa manis dari campuran kelapa. Aka bilan akan lebih nikmat jika disantap bersama kopi atau teh.
Dalam satu porsi Aka Bilan mengandung 124.3 kkal energi, 1 gram protein, 1.3 gram lemak, dan 26 gram kadbohidrat.
3. Kolak Bete Lalenok
Kolak Bete Lalenok sekilas mirip dengan kolak pada umumnya. Namun ketika diaduk, Anda akan menemukan jagung bose dan ubi kuning yang menjadi bahan utama kuliner khas Belu ini.
Selain bahan di atas, ada pula biji mutiara, kacang hijau dan santan kelapa yang jadi campuran menu ini. Dalam seporsi kolak bete lalenok mengandung 233.4 kkal, 5.7 protein, 1.6 gram lemak, dan 51.6 gram karbohidrat.
Baca Juga: Ini yang Dilakukan NTT untuk Menekan Kematian Ibu dan Bayi
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
-
5 Merek Sepeda Lipat Lokal Sepremium Brompton, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Segera Dibuka: Cek Jadwal, Link dan Cara Daftarnya
-
Kronologi Nama Jokowi Masuk Epstein Files, Apa Artinya?
-
Kode Ice Cream dan Grape Ribuan Kali Disebut di Epstein Files, Benarkah Terkait Kekerasan Seksual?
-
10 Promo Skincare dan Makeup Viva Cosmetics Terbaru Februari 2026
-
Kekayaan Hary Tanoesoedibjo yang Namanya Masuk Epstein Files
-
Belajar Menang dari Proses: Perjalanan Panjang Siswa Indonesia di Dunia Robotika Global
-
Daftar Kode Terselubung dalam Epstein Files, Ada Pizza hingga Ice Cream
-
Dorong Smart Diplomacy, OIC Youth Indonesia Siapkan Pemimpin Muda Global