Suara.com - Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki angka kematian ibu cukup tinggi. Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan 2016 menemukan, ada 305 ibu yang meninggal per 100 ribu penduduk.
Untuk meredam angka kematian ibu, pemerintah setempat meluncurkan berbagai program, antara lain Revolusi Kesehatan Ibu Anak (KIA) yang penerapannya salah satunya diwujudkan melalui Rumah Tunggu Kelahiran.
Di Timor Tengah Selatan NTT, kami berkesempatan menengok aktivitas yang dilakukan bidan dan tenaga kesehatan lainnya di Rumah Tunggu Kelahiran Bijoba yang letaknya berada di sebrang Puskesmas Siso.
Yemi A. Manafe, bidan yang bertugas mengatakan, Rumah Tunggu Kelahiran Bijoba ini diterapkan sejak 2015. Sebelumnya rumah tersebut merupakan asrama dokter yang bertugas di Puskesmas Siso. Sejak berdiri, Rumah Tunggu Kelahiran ini telah membimbing 24 bumil hingga April 2017.
"Jadi, rumah ini berfungsi untuk menjaga kondisi bumil tujuh hari sebelum dan sesudah melahirkan. Sehingga bumil yang ada di Rumah Tunggu Kelahiran ini dipastikan menjalani persalinan di Puskesmas Siso," ujar dia di sela-sela kunjungan Menteri Kesehatan di NTT.
Ibu hamil yang ada di Rumah Tunggu Kelahiran juga bisa mendapatkan pengetahuan dalam mempersiapkan diri sebagai ibu, seperti imbauan untuk inisiasi menyusui dini, pentingnya pemberian ASI eksklusif dan kecukupan gizi yang harus didapat calon buah hati lewat buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) yang dibagikan ke setiap ibu hamil.
"Mereka juga akan dipantau bagaimana kondisi kehamilannya, asupan apa yang harus dikonsumsi dan kita ada aktivitas senam hamil agar mereka lancar saat bersalin," tambah dia.
Rumah tunggu kelahiran Bijoba ini memang tak mewah. Dindingnya masih terbuat dari kayu, atapnya berbahan seng. Ada empat kamar tidur, satu ruang tengah, satu kamar mandi, satu dapur, dan satu gudang dalam Rumah Tunggu Kelahiran Bijoba ini.
Namun antusiasme para bumil untuk menimba ilmu seputar kehamilan membuat rumah ini begitu hangat. Bahkan Yemi mengatakan pihaknya juga memiliki kegiatan bagi bumil untuk belajar tata cara menanam sayur atau buah organik.
"Harapannya mereka bisa menanam sendiri sumber pangan yang bergizi tanpa harus membeli atau jauh-jauh mencarinya," imbuh Yemi.
Letaknya yang bersebrangan dengan Puskesmas Siso membuat tenaga kesehatan siaga selama 24 jam dalam mengontrol kondisi para bumil di Rumah Tunggu Kelahiran.
Bagi warga yang tinggal cukup jauh dari Rumah Tunggu ini, Yemi mengatakan pihak puskesmas akan menyediakan ambulans sehingga mempermudah jangkauan bumil ke fasilitas kesehatan.
"Semua ini dilakukan sebagai upaya menurunkan angka kematian ibu saat melahirkan dan bayi. Dan puji Tuhan semakin banyak ibu hamil yang datang ke Rumah Tunggu Kelahiran ini," pungkas Yemi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif