Suara.com - Bagi mereka yang tidak pernah bisa merasa cukup memakai maskara, bulu mata dapat menjadi jawabnya. Ekstensi atau sambung bulu mata bisa membantu Anda yang tidak memiliki banyak waktu.
Ekstensi bulu mata merupakan teknik yang dilakukan untuk memanjangkan bulu mata. Bulu mata jadi lebih panjang dan lentik dengan merekatkan beberapa bulu mata palsu di antara bulu mata asli. Ekstensi ini biasanya bertahan dua hingga tiga bulan.
Pertanyaannya kini, apakah sambung bulu mata aman?
Untuk mengetahuinya, Jessica Lattman, M.D., dokter mata kosmetik dan ahli bedah okuloplastik New York City, mengungkap penelitian yang hasilnya mungkin mengejutkan Anda.
Klaim: Ekstensi bulu mata menjaga kesehatan bulu mata alami Anda
Kenyataan: Sambung bulu mata aman, namun belum tentu sehat
Dr. Lattman memaparkan, jika bulu mata dioleskan oleh teknisi yang terlatih dengan peralatan steril dan lem bebas formaldehid, ekstensi bulu mata aman.
"Beberapa salon menggunakan lem dengan formaldehida yang dapat menyebabkan iritasi dan menyebabkan reaksi alergi. Dengan teknisi yang tidak berpengalaman, lem bisa menempel ke permukaan mata, menyebabkan kerusakan pada kornea," katanya.
Perekat juga bisa menghalangi kelenjar meibomian, yang terbuka tepat di belakang bulu mata, menyebabkan styes (benjolan dan pembengkakan kelopak mata) yang sulit diobati dan berlangsung berbulan-bulan.
Sebuah studi di Jepang pada tahun 2012 menemukan, 107 perempuan yang memakai ekstensi bulu mata mengeluh karena iritasi, 64 penderita keratokonjungtivitis (peradangan mata karena kekeringan) karena zat perekat atau pelepas, dan 42 mengalami blepharitis (peradangan kelopak mata). Jadi risiko iritasi memang ada dan bisa agak tinggi pada mereka yang memakai sambung bulu mata.
Agar tidak melakukan kesalahan, Anda harus berhati-hati memilih merek bulu mata yang memerlukan pelatihan dari teknisi dan periksalah lem yang digunakan tanpa formaldehid.
Kenyataan: Semakin pendek masa pemakaian sambung bulu mata, semakin baik.
Dr. Lattman mengatakan, saat bulu mata terlalu banyak dipakai, maka cenderung menyebarkan bakteri.
"Terkadang orang kurang cenderung membersihkan bekas ekstensi bulu mata karena ingin bertahan lebih lama. Padahal, kemasan terluar dari bulu mata bisa menampung bakteri, yang menyebabkan infeksi jamur," imbuh Dr. Lattman.
Agar aman memakai sambung bulu mata, Dr. Lattman menganjurkan untuk beristirahat selama sepekan antara aplikasi perpanjangan lash untuk memberi waktu bernapas dan dapat dibersihkan secara menyeluruh.
Klaim: Bulu mata yang jatuh karena siklus pertumbuhan dan penurunan bulu mata. Sebenarnya bukan sambung bulu mata yang menyebabkannya rontok.
Kebenaran: Ekstensi bulu mata bisa, bahkan memang, menyebabkan bulu mata Anda rontok.
Dr. Lattman mengatakan, bahwa daya tarik pada sambung bulu mata (di mana bulu mata palsu ditempelkan) sebenarnya bisa menyebabkan bulu mata Anda sendiri rontok.
Selain itu, saat bulu mata dilepaskan, menarik bulu mata bisa menyebabkan bulu mata lebih banyak jatuh, menyebabkan lingkaran setan di mana Anda, dan harus menahan agar bulu mata dilepaskan.
Luangkan waktu untuk mendidik diri Anda sendiri tentang cara menghapusnya dengan benar, atau pertimbangkan seorang ahli membantunya. Demikian seperti dilansir dari Livestrong.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kusutnya Timnas India Calon Lawan Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
-
Ekshumasi Jasad Sutrimo Digelar 12 Agustus, Kasus Naik ke Penyidikan Dugaan Pembunuhan
-
Di Tangan Nyoman Nadiana, Tradisi Garam Desa Les Terus Hidup dan Lekat dengan Masyarakat
-
432 Saksi di Kasus Haji, Pengacara: Tak Ada yang Bilang Gus Yaqut Terima Aliran Uang
-
Petani Jateng Mulai Beralih ke Pompa Tenaga Surya, Hemat Biaya Produksi
-
6 Rekomendasi Serum Penumbuh Rambut yang Cocok untuk Rambut Rontok Parah
-
Persija Dapat Pesaing Berat, Klub Liga Champions Juga Minati Justin Hubner
-
Gus Yaqut Ingin Seluruh Kuota Tambahan Haji 2023 untuk Reguler, tapi Ditolak DPR
-
Presiden Asosiasi Pilot Malaysia: Saya Sangat Malu Ada Pilot Selundupkan Narkoba ke Indonesia
-
Kasus Korupsi MBG Makin Melebar, Kejagung Periksa 16 Saksi dari BGN hingga Swasta