Suara.com - Jalan kehidupan memang tak ada yang tahu. Lilik Sudarwati, misalnya, perempuan kelahiran Gresik 24 Desember 1970 silam, memang sudah tomboi sejak kecil. Lilik yang memutuskan masuk Sekolah Atlet Ragunan saat SMA, kemudian dididik menjadi atlet bulutangkis.
Pada 1986, Lilik secara resmi berkarier dalam olahraga bulutangkis Indonesia, dan berhasil menyabet gelar Juara Dunia Ganda Putri bersama Susy Susanti dan Juara Dunia Ganda Campuran bersama Ricky Subagja pada 1987-1988.
Namun, kariernya di dunia bulu tangkis ditinggalkan untuk meraih pendidikan di jenjang yang lebih tinggi. Bahkan, ketika masih menjadi seorang atlet, Lilik mengisi waktu dengan berkuliah di salah satu kampus perbankan.
Pada 1992, Lilik mengambil keputusan besar untuk gantung raket dan mengambil kuliah singkat di Community College dan Colorado State University, Amerika Serikat.
Lilik mengaku, perubahan hidup yang dialaminya dari seorang atlet menjadi pelajar, penuh drama seperti cercaan dan tangisan. Mulai dari adanya ucapan miring tentang pilihan hidupnya hingga kesulitan berbahasa Inggris, Lilik rasakan selama berkuliah di Amerika Serikat. Meski begitu, Lilik mengaku terlahir menjadi seorang petarung dan secara perlahan sanggup melewati itu semua.
"Kebanyakan atlet tidak tertarik sekolah karena kehabisan waktu dan lalu secara fisik sudah kelelahan. Saya mungkin salah satu yang memiliki kesempatan bersekolah," kata Lilik kepada Suara.com dalam satu acara.
Kini, Lilik berprofesi sebagai seorang psikolog atlet dan menduduki posisi sebagai Kabid Sport and Science KONI Pusat. Sebagai seorang psikolog bagi para atlet Nasional, Lilik mengaku kerap menjadi tempat curahan hati para atlet.
"Bukan cuma masalah mental tetapi juga masalah pacar," kata perempuan yang memiliki hobi mendengarkan musik tersebut.
Lilik mengaku, tugasnya kini tidaklah mudah. Lulusan jurusan Fakultas Psikolog Universitas Indonesia dan Pascasarjana Psikologi Klinis Anak Universitas Tarumanagara tersebut merasa "kliennya" merupakan sosok pribadi yang unik.
Baca Juga: Heboh! Perempuan Arab Pakai Rok Mini di Tempat Umum
"Seorang juara itu merupakan individu yang aneh. Jadi mereka bukan orang rata-rata kebanyakan," imbuhnya.
Ibu dari dua anak itu kini tengah menyelesaikan desertasinya dari Fakultas Hukum di salah satu universitas ternama di Indonesia dan masih memgangkat tema tentang dunia olahraga Nasional.
Lilik mengaku, meski tak berkontribusi sebagai seorang pelatih fisik secara langsung, dia ingin tetap mengabdi dalam pengembangan pribadi dan karakter olahragawan Indonesia. Lilik pun berharap, jumlah psikolog bagi atlet akan terus bertambah seiring berjalannya waktu. Baginya, membangun secara mental sama pentingnya dengan melatih fisik para atlet.
"Di Indonesia psikolog olahraga belum terlalu diperhatikan padahal di luar negeri perannya sangat penting. Bahkan satu atlet, satu psikolog," tutup dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Bawa Keranda 'RIP Hukum', Mahasiswa Geruduk Kejagung Tuntut Febrie Adriansyah Dihukum Mati
-
3 Kontroversi YouTuber Bigmo, Terbaru Libatkan Anak Kecil Promosi Liquid Vape
-
Pramono Buka Peluang Modifikasi Cuaca di Jakarta, Antisipasi El Nino dan Ancaman Kebakaran
-
Sudah Lebih 30 Provinsi Dikunjungi, Pengamat Bongkar Alasan Gibran Sering Turun ke Daerah
-
Perluas Cara Berinvestasi, BNI Tawarkan 2.600 Aset melalui Gelegar Lelang 2026
-
Febrie Adriansyah Lawan Status Tersangka, Kuasa Hukum Soroti 9 Kejanggalan Penanganan Kasus
-
Barang Impor Masih Mahal, Rupiah Terperangkap di Level Rp18.000
-
Pilihan Smartwatch dengan GPS Akurat, Cocok untuk Hiking hingga City Walk
-
Anak Buah Prabowo Bicara Isu Pergantian Kapolri: Jabatan di Dunia Pasti Diganti, Tinggal Waktunya
-
Liga Aspal Terancam Bubar, Pramono Janji Siapkan Lahan Pengganti