Suara.com - Siapa bilang pameran identik dengan kegiatan yang membosankan?
Dalam ajang Pameran Flora dan Fauna 2017 atau Pameran Flona 2017, banyak kegiatan seru dan menyenangkan yang bisa keluarga lakukan.
Presiden Direktur PT Malik Ghonniyu Razaak, Dewi Rossaria selaku EO penyelenggara pameran Flona 2017, mengatakan bahwa pameran ini bukan hanya bisa dijadikan sebagai ajang berburu tanaman hias serta binatang lucu. Tetapi juga bisa dijadikan sebagai destinasi wisata baru yang seru.
Beberapa stan terlihat mencolok, khususnya stan-stan yang dibuat lima kotamadya dan satu kabupaten di wilayah DKI Jakarta.
Stan Jakarta Timur, misalnya, dibangun cukup unik dengan nuansa hutan hujan serta stan Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, sarat dengan nuansa hutan mangrove dan pantai.
Di dalam stan-stan tersebut juga banyak tempat yang sebaiknya tidak Anda lewatkan, seperti tangga kanopi, perahu besar, dan ayunan yang dibuat dari akar pohon.
"Walaupun konsep kami karnaval di hutan, jadikan Jakarta sebagai sahabat alam kita, tapi tidak boring, tidak membosankan. Kenapa? Karena ada wahana permainan seperti wahana hantu, wahana balon, wahana kelinci, wahana motor, jadi kalau mamanya suka bunga, anaknya bisa main, dan di sini, masuk ke sini, gratis," ungkap Dewi Rossaria saat ditemui Suara.com.
Pameran Flora dan Fauna pertama kali diselenggarakan pada 1973, dan sudah berlangsung puluhan kali. Tahun ini, ada sekitar 180 peserta pameran yang terdiri dari petani, dan penjaja tanaman hias, buah-buahan maupun peternak kucing, kelinci dan pencinta musang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi
-
5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna
-
Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas
-
Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI
-
KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya
-
Lanud Seluruh Indonesia Bakal jadi Posko Gempa NTT, Hercules Siap Angkut Bantuan
-
Kisah BGS: Merdeka dari Balik Jeruji, Bawa 'Ilmu' Ternak Ayam dari Penjara untuk Mulai Hidup Baru
-
Diskon di Miniso Karawaci Khusus HUT RI ke-81 dari BRI, Ini Cara Klaimnya
-
Jemuran Bikin Resah, 27 Pakaian Dalam Warga Tuban Raib Dicuri
-
Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga