Suara.com - Salah satu rumah bordil di Wina, Austria, kembali mengeluarkan uang hingga USD9.747 untuk membeli boneka seks kedua mereka. Pasalnya, boneka seks yang lebih dulu dibeli populer di kalangan klien dibandingkan para Pekerja Seks Komersial (PSK) sesungguhnya.
Boneka seks bernama Fanny ini terbukti "laku keras" di rumah bordil kawasan Kontakthof tersebut. Boneka ini dengan cepat menjadi pekerja seks yang paling banyak dicari di sana.
Klien yang ingin "memakai" Fanny, yang terbuat dari silikon, harus membayar USD118 per jam. Pasalnya, bayaran ini lebih mahal jika dibandingkan tarif beberapa pelacur yang bekerja di rumah seks tersebut.
Pemilik rumah bordil mengungkapkan, banyak klien yang memesan Fanny selama beberapa hari berturut-turut, sehingga memutuskan menjawab permintaan yang meningkat, dengan menambah "PSK plastik" mereka.
Fanny memiliki rambut yang pirang, payudara yang besar dan berat 38 kilogram. Menurut pemiliknya, Fanny bisa memenuhi semua keinginan seksual karena boneka ini sangat fleksibel dan bisa diletakkan dalam posisi yang diinginkan pelanggan.
Boneka seks yang sangat mirip dengan perempuan asli ini juga digambarkan sebagai sosok perempuan sangat muda, seksi, ramping dan payudara yang erotis.
Di situs rumah bordil tersebut, Fanny memperkenalkan dirinya, dan menjelaskan untuk mencegah infeksi dan penyakit menular, klien yang sudah selesai memakai, harus segera membersihkan dirinya. Namun, operator rumah bordil tidak mau menjelaskan dengan tepat bagaimana boneka tersebut dibersihkan.
Tampaknya, popularitas Fanny telah menyebar ke rumah pelacuran lainnya, yang juga mencari boneka mirip untuk pelanggan mereka.
Peter Laskaris yang mengoperasikan dua rumah pelacuran di Wina, mengatakan boneka ini berasal dari Jepang, dan dia telah menghabiskan biaya hingga USD10.394 untuk mendatangkan boneka ini.
Baca Juga: Ibu Dua Anak Habiskan Rp171 Juta demi Jadi Boneka Seks
Psikolog Gerti Senger menjelaskan mengapa beberapa lelaki lebih tertarik meniduri "Fanny" daripada perempuan sesungguhnya.
"Pertama, lelaki bisa melakukan apapun dengan boneka seks. Kedua, banyak perempuan yang 'mematikan' keinginan lelaki untuk seks, ini bisa menjadi faktor mengapa mereka mencari PSK," ungkapnya.
Namun, Senger, yang merupakan co-chair di Society for Sexual Research (OeGS) Austria, mengaku terkejut mengetahui Fanny lebih populer daripada PSK asli dan menyebutnya "Kecenderungan autistik yang nyata".
Meski mempertimbangkan membeli boneka seks untuk rumah bordilnya, Mr Laskaris mengungkapkan bukan penggemar boneka seks.
"Saya pernah mencobanya sekali, tapi rasanya sama seperti saya tidur dengan mayat," tandasnya. (news)
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi