Suara.com - You are what you eat, begitulah ungkapan yang sering muncul belakangan ini. Pribadi seseorang bisa diungkap dari apa yang dia makan. Geliat bisnis cake dan pastry pun mulai merambah di kalangan anak muda.
Salah satu fresh pastry baked ternama ialah, perempuan muda bertalenta, Talita Setyadi. Namanya mencuat lewat BEAU, artisan bakery asal Indonesia yang menyediakan croissant dengan european butter, french multi layer cake, italian donut di Jakarta.
Meski kini berprofesi sebagai pastry chef sekaligus entrepreneur, Talita justru memiliki dasar pendidikan yang jauh berbeda. Chef tamu dan juri Junior Masterchef Indonesia pada 2014 itu menempuh pendidikan di University of Auckland dengan jurusan musik jazz. Setelah lulus, Talita baru menyadari memiliki kecintaan terhadap dunia pastry hingga membuatnya menimba ilmu di Le Cordon Bleu di Paris untuk mendalami dunia kuliner.
Kembali ke Jakarta pada 2013, perempuan berambut pendek ini membulatkan tekadnya dan mengambil langkah pertama untuk membentuk brand-nya sendiri, BEAU.
Presiden Tim Indonesia di "Pastry World Cup" itupun menjelaskan alasan dirinya membuka BEAU. Setelah kembal ke Tanah Air setelah menghabiskan masa kecil dan remajanya di Auckland, Selandia Baru, dia mengaku sedikit "syok" karena masih kangen dengan makanan-makanan yang biasa dia makan seperti roti seed and grain atau croissant meski dirinya senang balik ke Indonesia.
"Tapi saya suka sekali balik ke Indonesia soalnya wah ternyata banyak juga ingredient Indonesia yang belum sepenuhnya dalam aplikasi pastry atau baking. Jadi saya mencampurkan rasa kangennya dan senangnya itu jadinya BEAU bagaimana saya bisa mengolah bahan-bahan Indonesia dengan cara-cara Eropa dan akhirnya membuat produk-produk baru," kata Talita berbincang dengan Suara.com di BEAU Cikajang, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Kini BEAU sudah berdiri selama dua tahun, dan memiliki lebih dari 100 varian artisan pastry. Namun dari antara semuanya, varian sourdough yang menjadi primadona BEAU. Sourdough adalah roti yang dibuat dengan bantuan ragi alami. Ragi tersebut didapat dari fermentasi bakteri candida milleri dan lactobacillus.
Hal inilah yang membuat sourdough terasa asam dan bertekstur juicy. Sourdough tinggi akan nutrisi, bagus untuk pencernaan, dan membantu mengeluarkan zat-zat tak berguna dalam tubuh. Ini merupakan favorit Talita dan sangat sesuai dengan karakter BEAU yang selalu menggunakan bahan alami tanpa bahan pengawet dan pengembang.
Baca Juga: Naila Novaranti, Sekretaris yang Jadi Pelatih Terjun Payung Dunia
"Sebenarnya saya pas kuliah jurusannya musik jazz. Di musik jazz kita belajar bagaimana berkreasi, berinovasi, berimprovisasi. Jadi karena background saya seniman, walaupun bisnis pastry saya masih melihat sekitar saya lewat musik. Jadi heritage saya orang Indonesia dan saya alumni di luar negeri, dicampur dengan kesukaan saya," ungkapnya.
Meski kini telah menjadi salah satu pastry ternama, Talita tak menampik awalnya memang sulit memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat dengan roti berbahan alami. Pasalnya, orang Indonesia lebih terbiasa dengan roti yang bertekstur lembek, sementara pastry bikinannya salah satunya sourdough berkulit keras dan crunchy.
"Sebenarnya saya suka sekali bahan-bahan dan flavour Indonesia, karena memang saya dari Jawa, jadi lidah saya medok banget. Tapi saya juga diskusi juga dengan pakar kuliner Indonesia pas saya baru balik ke sini. Tanya kok susah ya introduce makanan Indonesia ke luar, banyak feedback yang saya dapat adalah teksturnya agak aneh, sticky, so buat kita sih biasa saja makan kue lapis atau klepon buat orang luar apa sih, bakso juga buat kita seru saja makan kayak bola, tapi buat orang luar ini apa sih," jelas lulusan Universitas Aukland ini.
Untuk itu, konsep yang dia terapkan di BEAU ini adalah makanan Indonesia dengan aplikasi Eropa. Diharapkan, dengan konsep yang dia usung ini, dengan perlahan-lahan orang-orang di luar Indonesia mulai bisa mencicipi makanan Indonesia. Dia mengatakan, mungkin saja setelah mereka merasakan kue pandan bikinan BEAU yang bentuknya entrement dan mousse cake, mereka mungkin mulai mencoba klepon.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Promo Indomaret Lebaran 2026 Lengkap: Diskon Biskuit Kaleng, Sirop, hingga Sembako
-
Hukum Menikah di Bulan Syawal, Benarkah Sunah? Begini Penjelasannya
-
Baju Lebaran Warna Putih Kena Noda Santan? Begini Cara Menghilangkannya
-
Staycation Lebaran Makin Seru! Intip Kemewahan Baru Mercure Jakarta Grogol yang Penuh Sentuhan Lokal
-
Anti-Mainstream! Coba Resep Puding Susu Karamel Ini untuk Maniskan Momen Lebaran Keluarga
-
6 Buah untuk Turunkan Asam Urat Tinggi Pasca Lebaran secara Alami, Konsumsi Rutin
-
Kapan Lebaran Ketupat 2026? Ini Jadwal dan Makna Perayaannya
-
Tradisi Salam Tempel saat Lebaran: Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
-
Bank Buka Kapan Setelah Lebaran? Ini Jadwal Operasional BRI, BCA, hingga Mandiri
-
Tips Menyimpan Kue Kering Sisa Lebaran agar Tetap Renyah dan Tidak Melempem