Suara.com - Pesta alkohol kerap dianggap sebagai aktivitas yang ringan, menyenangkan dan lucu di antara para mahasiswa. Biasanya pesta tersebut dilakukan selama dua jam dengan persentase empat gelas minuman bagi perempuan dan lima gelas, atau lebih minuman beralkohol dalam waktu dua jam oleh laki-laki.
Namun, sebuah studi memberi peringatan bagi mahasiswa yang kerap melakukan kegitan ini dimana studi itu menyebutkan bahwa minum minuman keras enam kali dalam sebulan dapat menurunkan kemungkinan lulusan perguruan tinggi baru meraih pekerjaan hingga 10 persen.
Periset termasuk yang berasal dari Universitas Cornell di AS menemukan bahwa setiap episode pesta minum selama periode satu bulan mengurangi kemungkinan mencapai pekerjaan penuh waktu pada wisuda sebesar 1,4 persen.
"Cara minum mahasiswa tampaknya lebih berpengaruh daripada berapa banyak minuman mereka saat memikirkan kemungkinan mendapatkan pekerjaan setelah lulus," kata Peter Bamberger, profesor di Universitas Tel Aviv (TAU), Israel, dilansir Zeenews.
Periset menemukan bahwa pola minum yang lebih ringan tidak berdampak buruk pada hasil pencarian kerja di antara para lulusan. Tim tersebut mempelajari 827 individu yang lulus pada 2014, 2015, dan 2016 dari empat universitas di AS.
Studi itu juga menemukan bahwa seorang siswa yang minum minuman keras empat kali dalam sebulan memiliki probabilitas enam persen lebih rendah untuk mendapatkan pekerjaan daripada seorang siswa yang tidak memiliki kebiasaan minum yang sama. "Murid-murid yang minum dengan berat enam kali sebulan meningkatkan probabilitas pengangguran mereka menjadi 10 persen," kata Bamberger.
Penelitian ini sendiri telah dipublikasikan dalam Journal of Applied Psychology.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana