Suara.com - Pakar Andrologist dr. Nugroho Setiawan Sp.And mengungkapkan, lelaki di atas usia 30 tahun mulai mengalami degenerasi testosteron. Tidak jarang ada lelaki yang telah mengalami degenerasi sebelum memasuki usia 30 tahun.
Nugroho mengatakan, gaya hidup yang tidak sehat menjadi penyebab penurunan kualitas testosteron pada lelaki di usia 30-an.
"Selain olahraga dan pola hidup sehat, suplemen juga dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan kesehatannya agar dapat seimbang," kata dia dalam acara Press Launch Sutra PERKASA 'Rahasia Stamina Pria PERKASA', di Jakarta, Senin (23/10/2017).
Lebih lanjut, Nugroho mengungkapkan, puncak kejayaan lelaki pada umumnya ada pada usia 25 hingga 30 tahun. Untuk itu, Nugroho menyarankan lelaki mengonsumsi suplemen ketika memasuki usia 30 tahun.
Sayangnya, banyak suplemen di pasaran tidak dibuat dengan bahan dasar ekstrak herbal alami yang aman dikonsumsi dan dibuat dengan kapsul yang juga berbahan dasar tumbuh-tumbuhan.
Karena itu, dr. Nugroho memberikan tips memilih suplemen yang aman dikonsumsi. Pertama, kata Nugroho, selalu cek keterangan kandungan serta izin edar suplemen, dan pilih produk yang sudah tersertifikasi dari BPOM.
Kedua, hindari penggunaan obat kimia tanpa pertanggung-jawaban dokter. Ketiga, selalu baca aturan pakai dan keterangan komposisi dari setiap suplemen, serta hindari konsumsi yang melebihi dosis yang disarankan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Makin Canggih tapi Jangan Terlalu Percaya, 92 Ribu Serangan Menyamar sebagai Layanan AI
-
Sidang Febrie Adriansyah: Ahli UGM Sebut Trading in Influence Belum Bisa Jadi Pasal Dakwaan
-
Saksi Lihat Kepulan Asap Saat Pesawat Sukhoi Keluar Jalur, Nyaris ke Jalan Raya
-
4 Mesin Cuci Hemat Listrik Terbaik: Watt Kecil, Fitur Canggih
-
Ulasan Novel False Beat, Kisah Manajer Amatir dan Vokalis Band Berwajah Dua
-
Bukan Adegan Film! Aksi Spiderman Lompat dan Hantam Jake Lang Pelaku Pembakar Al Quran
-
Gaji PPPK Guru Bakal Dibayar Pusat, Bagaimana Nasib Nakes?
-
Bongkar Aktor Intelektual Karhutla, DPR Desak Audit Korporasi Pelaku Pembakaran Hutan
-
RAPBN 2027: Defisit Anggaran Turun, Tapi Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 876 Triliun
-
Asap di Udara Kita, Uangnya di Bank Mereka: Hipokrasi Kebakaran Kalimantan