Suara.com - Manusia pada umumnya bisa mencium aroma. Lain halnya dengan gadis Nepal bernama Deepti Regmi (11).
Deepti memiliki kondisi langka gangguan sensorik yang disebut synaesthesia, yang membuatnya bisa mencium bau warna.
Meski kondisinya belum didiagnosis secara resmi, kemungkinan kelainan synaesthesia sangat tinggi. Regmi bisa mengenali warna, bahkan ketika matanya ditutup.
Menurut sebuah laporan Daily Mail, kondisi tersebut menyebabkan indra seseorang semakin tinggi, dan membuat mereka dapat mencium, merasakan atau bahkan mendengar warna.
Pada sebuah uplikan video, gadis tersebut menunjukkan bakatnya ketika matanya tertutup sambil mengendus warna yang berbeda, dan mengidentifikasinya dengan benar.
Deepti merasa kemampuan yang diberikan kepadanya adalah pemberian Tuhan, dan melalui itu dia ingin, "Membantu orang-orang yang mengalami gangguan penglihatan dengan keahliannya."
Baru-baru ini, ada laporan tentang orang-orang yang tinggal dengan kondisi tersebut. James Wannerton dari Manchester, Inggris, misalnya, dipercaya bisa mencium suara. Kondisi ini memengaruhi hubungan sosial Wannerton karena jika dia mendapat "selera buruk" dari suara seseorang, dia tidak bisa berada di dekat mereka. (Zeenews)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung