Suara.com - Sebagian perempuan mungkin tak cukup sekali saat menggunakan alat tes kehamilan (testpack). Mereka bahkan akan terus menggunakannya setelah hasil testpack yang keluar adalah positif.
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh ChannelMum, hasil positif pada testpack, mungkin bukan saja membuat bahagia, tapi mereka juga merasakan tekanan akan hal ini.
Ya, dapat dimengerti saat mereka menggunakan testpack berkali-kali untuk memastikan hasil. Bahkan menurut ChannelMum, rata-rata perempuan menggunakan enam testpack yang berbeda untuk memastikan mereka benar-benar hamil.
Kini, fenomena ini dikenal sebagai kecanduan tes kehamilan. Di Inggris saja, menurut penelitian tersebut, 62 persen perempuan mengaku akan terus melakukan tes bahkan setelah hasil testpack-nya positif.
Satu dari 12 perempuan bahkan mengaku terus melakukan uji tes kehamilan di rumah mereka, hingga USG kandungan mereka mencapai 12 minggu.
Alasannya jelas, selain ingin memastikan hasil awal yang akurat, ibu hamil yang tak terhitung jumlahnya juga merasa takut keguguran atau mengalami masalah kesehatan lainnya saat kehamilan mereka berkembang.
Dengan terus melakukan tes kehamilan menggunakan urin di rumah, ibu hamil setidaknya terus tahu bahwa mereka masih hamil dengan hasil yang positif.
Bukan cuma itu, setelah mendapatkan hasil, mereka cenderung akan membagikan hasil testpack mereka ke hampir semua orang. Banyak dari ibu hamil bergabung dengan forum dan kelompok online di mana mereka dapat mendiskusikan hasilnya, memposting gambar tespack positif mereka, bahkan menyiarkan hasil tes kehamilannya.
Menurut Vice's Broadly, yang juga meneliti tentang kecanduan tes kehamilan, selain menghabiskan banyak uang untuk tes ini, dengan biaya sekitar 8 poundsterling, perempuan kini menjadi terobsesi dengan kehamilan mereka.
Bahkan nampaknya, kata Vice's Broadly kecanduan ini telah menjadi norma baru, karena mempengaruhi lebih dari separuh perempuan hamil.
Mengenai hasil survei, pendiri ChannelMum, Siobhan Freegard menyimpulkan, kecanduan tes kehamilan mungkin aneh, tapi mayoritas ibu melakukannya. Melihat tanda positif yang muncul, perempuan akan merasa bahagia.
"Ini juga membantu meyakinkan mereka yang mungkin merasa gugup tentang kehamilan mereka. Namun, penting untuk tidak kecanduan tes kehamilan terus-menerus, karena selain harga yang mahal, sebenarnya ini adalah hal yang tidak perlu," kata Freegard dilansir Independent.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
Terkini
-
5 Moisturizer Lokal Alternatif La Mer The Moisturizing Soft Cream untuk Atasi Tanda Penuaan
-
6 Rekomendasi Bedak Tabur Tahan Lama Meski Tanpa Foundation, Wajah Bebas Kilap
-
Achmad Syahri Assidiqi Lulusan Mana? Politisi Gerindra Asyik Merokok dan Main Gim saat Rapat
-
Moisturizer Viva Cocok untuk Kulit Apa? Ini Varian, Manfaat, dan Harganya
-
Umur dan Pendidikan Adela Kanasya, Anak Adies Kadir Dilantik Gantikan Ayahnya di DPR
-
Peneliti Ingatkan Target Konservasi Global 30x30 Perlu Utamakan Hak Masyarakat Lokal
-
OIC Youth Capital Konya 2026 Resmi Dibuka, Astrid Nadya Rizqita Wakili Indonesia
-
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Kampus Apa? Dapat Beasiswa, Bisa Kuliah dari Penjara
-
Dari Drakor ke Seoul, Wujudkan Liburan Impian di Korea Hybrid Travel Fair 2026
-
4 Sampo Wardah yang Cocok untuk Rambut Rontok, Ketombe, dan Mudah Lepek