Suara.com - Wings Air, maskapai yang tergabung dalam Lion Air Group , Kamis (22/2/2018) resmi melakukan inaugural flight yang menghubungkan Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) ke Malinau, merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Penerbangan berangkat dari Malinau dengan nomor IW 1477 pada 09.35 dan tiba di Balikpapan pukul 11.00 waktu setempat, dengan tingkat keterisian penumpang 100%, terdiri 71 penumpang dewasa dan satu bayi. Untuk rute sebaliknya bernomor IW 1478 dari Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan (BPN) pada 07.45 dan tiba di Bandar Udara Robert Atty Bessing, Malinau (MWW) pukul 09.15 waktu setempat
Wings Air melayani rute ini dengan frekuensi satu kali dalam sehari dengan menggunakan armada terbaru ATR 72-500/ 600 yang berkapasitas 72 kursi. Keuntungannya, masyarakat hanya membutuhkan waktu tempuh perjalanan sekitar 90 menit, jika dibandingkan menggunakan jalur darat hingga lebih dari 24 jam.
Capt. Redi Irawan, Direktur Operasi Wings Air menyatakan pihaknya berterima kasih atas dukungan dari berbagai pihak yang turut membantu operasional terkait Wings Air, sehingga memperlancar proses penerbangan perdana ini. "Komitmen kami senantiasa menghubungkan wilayah setingkat kabupaten dengan kabupaten/ kota lainnya antarKalimantan, sehingga terwujud interkonektivitas yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dalam bepergian dan mempercepat distribusi logistik,” kata Redi dalam keterangan resmi, Jumat (23/2/2018).
“Hadirnya Wings Air di Malinau mampu menyediakan pilihan transportasi baru yang lebih terjangkau, cepat dan mudah. Kami memproyeksikan tingkat isian penumpang dan barang (load factor) bsia mencapai lebih dari 85% setiap harinya. Wings Air terus memperkuat akses antarwilayah melalui udara khususnya dalam mendukung peningkatan potensi pariwisata dan mampu mendongkrak sektor bisnis lainnya di Kalimantan Utara. Keberadaan Wings Air di Malinau melengkapi jaringan Lion Air Group di Kaltara yang telah menerbangi Tanjung Selor dan Tarakan," tegas Redi.
Dengan terhubungnya Malinau dengan Balikpapan, kini warga Malinau dan sekitarnya semakin mudah dalam melanjutkan konektivitas penerbangan ke beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Solo, Makassar, Palu, Manado, Pontianak dan kota besar lainnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Utara H. Taupan mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Malinau mengucapkan terima kasih dan sukses dari penerbangan pertama Wings Air hari ini. "Tentunya memberikan alternatif baru dari transportasi darat dan sungai yang ada saat ini. Seiring dengan pengembangan infrastruktur layanan penerbangan di Bandar Udara Robert Atty Bessing, tingginya permintaan penumpang pesawat udara di Malinau menunjukan tren positif peningkatkan tiap tahunnya,” ujarnya.
“Penerbangan telah menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan ekonomi sebagai bagian dari pembangunan nasional yang direalisasikan oleh pembangunan daerah. Struktur perekonomian terbesar wilayah ini berasal sektor perdagangan, pariwisata, hotel dan restoran, pengangkutan dan komunikasi, keuangan, persewaan serta jasa perusahaan. Untuk itu, kondisi daerah dengan potensi khas pedesaan didukung adanya gerakan peningkatan kreativitas masyarakat Malinau telah menjadi titik perhatian untuk terus ditingkatkan. Saya yakin, Wings Air mampu memberikan dampak positif dalam hal ini sejalan progam pemerintah kabupaten,” papar Taupan.
Khusus pariwisata, Malinau menawarkan objek wisata alam, budaya dan seni. Di antaranya, Air Terjun Semolon sebagai sumber air panas yang mengalir ke sungai berbatu, berbentuk seperti sebuah tangga bertingkat-tingkat. Kemudian daerah ini juga menyimpan Sungai Sentaban, Sungai Gita, Air Terjun Martin Billa, Sungai Tanjung Lima, Air Terjun Semolon dan lainnya yang patut untuk dijelajahi.
Sesuai strategi dan pandangan bisnis kedepan, Wings Air akan terus melakukan ekspansi dengan menghubungkan kota – kota besar menuju kabupaten atau bahkan kecamatan yang belum terlayani saat ini. Wings Air dalam menghubungkan rute – rute dalam kategori perintis serta sebagai feeder menuju kota besar di Indonesia.
Hingga saat ini Wings Air telah terbang ke 107 destinasi di seluruh penjuru Indonesia dan rute internasional menuju Kuching, Malaysia, dengan frekuensi mencapai lebih dari 300 penerbangan harian yang di dukung 54 pesawat tipe ATR 72-500/600. Pada 2018, perseroan akan mendatangkan 20 armada terbaru.
Keselamatan, kenyamanan serta keamanan penumpang dan kru pesawat merupakan prioritas utama bagi Lion Air Group. Lion Air telah mengantongi sertifikat IATA Operational Safety Audit (IOSA). Lion Air Group berhasil menyelesaikan audit internasional mengenai keselamatan penerbangan, sehingga layak disejajarkan dengan airlines kelas dunia. Audit IOSA dirancang untuk menilai manajemen operasional serta sistem kontrol maskapai.
Lion Air menyatakan, patuh dan menjalankan kebijakan bandar udara, pemerintah selaku regulator dan standar prosedur operasi (SOP) Grup Lion Air serta ketentuan internasional dalam menjalankan seluruh jaringan operasional.
Tag
Berita Terkait
-
2 Raksasa Maskapai Penerbangan Mulai Goyang karena Perang AS-Iran dan BBM Naik
-
Gubsu Bobby Nasution Resmikan Wings Air Terbang ke Madina, Perkuat Konektivitas
-
Apresiasi Pelanggan Setia, Citilink Serahkan Hadiah Mobil Hybrid dan Tiket Gratis
-
Garuda Indonesia Kembali Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia Versi OAG
-
Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Demi Lindungi Industri Penerbangan
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara