Suara.com - Anda pasti sering melihat tas bermerek Louis Vuitton atau LV dijajakan mulai dari gerai-gerai eksklusif di mal ternama hingga dijual oleh pedagang kaki lima.
Sebagai merek besar dan berharga luar biasa mahal, LV memang kerap jadi korban pembajakan. Ini juga yang biasa dikhawatiran oleh mereka pecinta tas LV asli.
Bukan berarti tak ada cara untuk bisa membedakan tas LV asli dan palsu. Bag Expert asal Jakarta, Effi Rachmanto misalnya, sempat menunjukkan dua tas bermerek LV yang secara kasat mata hampir serupa dalam gelaran Irresistible Bazaar di Grand Indonesia.
Tapi ternyata keduanya berbeda. Effi secara khusus menuturkan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menentukan mana tas LV asli dan mana yang palsu.
1. Warna produk
Dilihat secara kasat mata, yang tas LV asli biasanya berwarna lebih terang dibandingkan yang palsu.
2. Monogram
Tas LV biasanya memiliki monogram atau logo dan detail design berwarna cokelat. Sementara itu, yang palsu monogramnya cenderung berwarna kuning.
3. Berat
Tas yang asli sudah dipastikan lebih berat dibandingkan yang palsu.
4. Zipper lebih besar
Anda harus memerhatikan zipper bagian tas LV. Untuk yang asli, tas LV memiliki zipper atau resleting yang lebih besar dibanding yang palsu.
5. Potongan bagian tas
Kata Effi, desainer tas LV asli tidak pernah memotong logo atau monogram dari LV itu sendiri. Jadi, kalau Anda melihat ada tas LV yang logonya terpotong, sudah bisa dipastikan bahwa itu tas KW.
Tag
Berita Terkait
-
5 Pilihan Sepatu Louis Vuitton Original, Mewah Berkelas Mirip Sitaan Bupati Tulungagung
-
Intip 4 Pasang Sepatu Senilai Rp 129 Juta dari OTT Bupati Tulungagung, Ada Merek Louis Vuitton!
-
Detik-detik OTT Bupati Tulungagung: KPK Sita Sepatu Louis Vuitton hingga Duit Jatah Ratusan Juta!
-
Nagita Slavina Makan Cokelat Louis Vuitton, Harganya Fantastis tapi Tetap Dibagi-bagi
-
Pencabutan Artikel 'Ahmad Sahroni Panik! Cari Tas LV...'
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Kepung Senayan 7 September Nanti, 8.000 PPPK Non-Guru Banten Bersiap Gelar Aksi Demonstrasi
-
Sengketa SD Islam Pembangunan, Yayasan: Itu Bukan Tanah Milik Negara!
-
Pemkab Bogor Pastikan Layanan Masyarakat Tetap Prima di Tengah Proses Hukum KPK
-
Real Madrid Foundation Bagi Ilmu, Pelatih Indonesia Belajar Pembinaan Usia Muda
-
Usai Bappenda dan BKPSDM, Kini Giliran Disdik Bogor Digeledah KPK
-
Kerja HR Makin Efisien, Cari Kandidat Tepat Tak Lagi Ribet
-
Cerita Heroik Warga Hadang Massa, Cegah Halte Petamburan Dibakar
-
Sincerely, Estafet Karya Legenda Jepang Haruomi Hosono Setelah Note of Mothership di Album ke-23
-
Ajarkan Anak Soal Uang Sejak Dini, Mulai dari Bedakan Kebutuhan dan Keinginan
-
Isu Hercules Muncul di Tengah Kericuhan 27 Agustus, Polda Metro: Masih Didalami