Suara.com - Merajut tidak sekadar membuat sebuah sweater, tetapi sebuah penelitian menemukan manfaat lain dari merajut, yaitu mengurangi depresi dan kecemasan, memperlambat timbulnya demensia, dan mengalihkan perhatian dari rasa sakit kronis.
Knit for Peace yang menginisiasi penelitian ini dan telah memiliki jaringan terhadap lebih dari 15.000 perajut di Inggris, menyebutkan bahwa ada bukti penting yang menunjukkan bahwa merajut bermanfaat bagi kesehatan mental dan fisik seseorang.
Knit for Peace memutuskan untuk meneliti hal ini setelah banyak anggotanya yang melaporkan peningkatan kesehatan secara keseluruhan setelah melakukan hobi merajutnya.
Dan memang benar, kerajinan yang dilakukan secara santai ini ternyata memberikan berbagai manfaat kesehatan.
"Ada sejumlah besar penelitian yang menunjukkan bahwa merajut memiliki manfaat kesehatan pada fisik dan mental, sehingga memperlambat timbulnya demensia, memerangi depresi, dan mengalihkan perhatian dari rasa sakit kronis," demikian dilaporkan.
Salah satu penelitian yang dilakukan tahun 2007, yang dilakukan oleh Harvard Medical School’s Mind and Body Institute, menemukan bahwa merajut menurunkan denyut jantung rata-rata 11 kali per menit, dan meningkatkan status ketenangan seseorang yang serupa saat melakukan yoga.
Selain efek menenangkannya, merajut selimut atau sepasang sarung tangan bisa mengalihkan perhatian dari rasa sakit kronis. Hal ini karena kita mengalihkan fokus pada hal lain. Dan gerakan berulang yang dibutuhkan untuk menciptakan pola rajut, ternyata juga dapat membantu melepaskan hormon serotonin yang bersifat menenangkan, yang bisa mengangkat mood dan menyingkirkan rasa sakit yang tidak terlalu parah.
Dan sebuah penelitian tahun 2011 yang dilakukan oleh Mayo Clinic terhadap orang-orang berusia di atas 70 tahun, menemukan bahwa mereka yang merajut memiliki lebih sedikit risiko untuk menderita gangguan kognitif ringan dan kehilangan ingatan.
Selain itu, hobi yang sering dikaitkan dengan para lansia ini juga ternyata dapat membantu melawan kesepian, sesuatu yang dialami oleh 1,2 juta orang lanjut usia di Inggris saat ini, dan meningkatkan perasaan berguna serta keterlibatan dengan kelompok.
Baca Juga: Polisi: Jangan Coba Diam-Diam Bawa Power Bank ke Pesawat!
"Ini adalah aktivitas sosial yang membantu mengatasi keterasingan dan kesepian, yang kerap diasosiasikan dengan usia tua. Ini adalah sebuah keterampilan yang bisa terus dilanjutkan meski penglihatan Anda mulai menurun dan kekuatan mulai berkurang," demikian menurut hasil penelitian tersebut, seperti dilansir dari The Independent.
Temuan ini juga didukung oleh survei Knit for Peace terhadap 1.000 anggotanya. Menurut survei tersebut, 70 persen menyatakan bahwa mereka percaya bahwa merajut meningkatkan kesehatan mereka, alasan utamanya adalah karena merajut membuat mereka merasa rileks.
Responden survei juga mengungkapkan bahwa merajut membantu mereka mengatasi rasa sakit kronis, dengan 21,4 persen melaporkan bahwa merajut membantu meringankan rasa sakit pada artritis.
Knit for Peace berharap temuan ini akan mendorong lebih banyak orang untuk mulai merajut, karena mereka percaya hal itu dapat mengurangi kebutuhan untuk berkunjung ke dokter.
"Kami percaya bahwa merajut dapat membantu orang-orang untuk mengurangi kunjungannya ke dokter, membantu mereka merasa lebih bahagia, tak lagi merasa terisolasi, dan lebih sehat," demikian dilaporkan.
Jadi, jangan lagi menolak saat nenek Anda ingin mengajari cara merajut. Atau, Anda bisa mulai mempelajari teknik merajut lewat Youtube, di mana Anda bisa menemukan ratusan tutorial merajut untuk pemula.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
Terkini
-
THR Pensiunan PNS 2026 Kapan Cair? Cek Jadwal dan Rincian Besaran yang Didapatkan
-
Tukar Uang Baru yang Sudah Dipesan via PINTAR BI Bisa Diwakilkan? Cek Ketentuan Resminya
-
Lebih dari Sekadar Putih, Ini Standar Baru Kulit Cerah yang Sehat
-
Apa Warna Lipstik yang Bikin Wajah Cerah? Ini 5 Rekomendasi yang Layak Dicoba
-
Kapan Jadwal WFA, Libur, dan Cuti Bersama Lebaran 2026? Cek Tanggal Resminya dari Pemerintah
-
Hukum Menghirup Freshcare atau Minyak Angin saat Puasa, Apakah Membatalkan?
-
Cara Download Bukti Pemesanan Penukaran Uang Baru di Pintar BI, Jangan Lupa Siapkan KTP
-
Butuh Uang Cepat? Ini Syarat dan Cara Gadai HP di Pegadaian Agar Dapat Harga Terbaik!
-
Apakah Warga KTP Non-DKI Boleh Ikut Mudik Gratis Pemprov? Begini Caranya
-
Hukum Tarawih Berjemaah dengan Imam dari Live TikTok, Apakah Sah?