Suara.com - Apa yang Anda cari saat memesan kamar hotel? Dekat dengan kolam renang atau pemandangan yang indah dari balik jendela?
Nah, ternyata yang terpenting adalah jangan memilih kamar di lantai dasar atau justru paling atas. Hal ini diungkapkan Drew Dwyer, veteran Korps Marinir dan mantan agen CIA.
Dengan banyaknya serangan teror terhadap wisatawan yang sedang liburan terutama di daerah target, Dwyer pun membocorkan beberapa tips agar Anda dapat menikmati momen liburan dengan tenang.
Salah satu tips yang paling penting adalah bahwa tamu harus selalu meminta kamar mereka tidak berada di lantai dasar atau lantai atas saat memesan hotel.
"Lantai dasar mudah diakses oleh penyusup. Sedangkan lantai paling atas tidak memungkinkan Anda menyelamatkan diri. Jadi yang paling aman adalah lantai satu atau dua," ujar Dwyer.
Dwyer juga menyarankan agar para tamu meminta salinan jalur evakuasi ketika terjadi kegawatdaruratan yang biasanya ditemukan di bagian belakang pintu kamar hotel.
Ia juga mengingatkan para turis untuk meletakkan semua benda berharga maupun identitas di satu tas saja sehingga ketika harus cepat mengevakuasi Anda tak perlu kerepotan memasukkannya lagi.
"Masukkan semua uang, perhiasan, paspor dan identitas lainnya dalam satu tas. Letakkan di tempat yang mudah dijangkau," kata dia.
Menurut Dwyer, destinasi liburan populer yang rawan teror antara lain Prancis, Turki, dan Mesir. Jadi tip ini bisa Anda praktikkan jika berencana libur ke negara-negara di atas, ya!
Baca Juga: Cegah Penularan Flu di Pesawat, Pilih Kursi di Bagian Ini Ya!
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Dituding Singgung Hubungan Rizky Nazar, Anjasmara Akhirnya Minta Maaf: Saya Tidak Sebut Nama
-
Indonesia Jadi Pasar Strategis Acerpure, Generasi Muda Jadi Target Utama
-
Mati Listrik saat Bikin Roti? Ini 5 Cara Selamatkan Adonan!
-
PHK Meningkat, DPR Minta KP2MI Genjot Penempatan Pekerja ke Luar Negeri
-
Koordinat Lokasi hingga Data Keluarga Bocor, Dosen UGM Diteror usai Kritik Dugaan Mutasi ASN
-
MPLS Berakhir, MBG jadi Pengalaman Pertama Mencicipi Buah Impor bagi Siswa di Sekolah Kecil Jogja
-
Kisah BRILink Agen Simalungun: Dulu Jemput Bola, Kini Bawa Pulang Mobil dari BRI
-
Luke Vickery Pasang Target Ambisius Setelah Penuhi Syarat Bela Timnas Indonesia
-
Pintu Kamar Terbuka, Muncul Rekan Sejawat: Detik-Detik Oknum Polisi Blitar Terjaring Pesta Sabu
-
Nyaman Bersama Mandiri, Langkah Bank Mandiri Jaga Kenyamanan Nasabah Dari Transaksi Hingga Layanan