Suara.com - Sejak 5 April 2018, Kedutaan Besar Korea Selatan di Indonesia bekerja sama dengan KEB Hana Bank telah memperbaharui sistem pengurusan visa bagi WNI.
Jika dulu calon pengunjung harus datang ke loket Keduataan Korea Selatan dan mengantre untuk mendapatkan visa stamp, sekarang calon pengunjung bisa membeli visa stamp langsung KEB Hana Bank dan melakukan pembayaran di sana.
Selain metode kepengurusan visa yang baru, Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Chang-beom juga menjelaskan tentang fasilitas Multiple Visa yang diberikan oleh Korea Selatan kepada rakyat Indonesia.
"Kami berharap masyarakat Indonesia datang ke Korea Selatan dan mendapatkan layanan lebih nyaman dari kedutaan kami. Dan melalui perubahan proses pengajuan visa ini, kami berharap semakin banyak warga Indonesia yang datang ke Korea Selatan," kata Chang-beon saat ditemui Suara.com di Jakarta, Selasa, (10/4/2018).
Fasilitas Multiple Visa bisa didapatkan oleh mereka para Pegawai Negeri Sipil Republik Indonesia; pejabat dan pegawai perusahaan BUMN Indonesia; pejabat dan pegawai perusahaan penerbangan tertentu yang melayani rute Korea Selatan, serta orang yang sudah pernah mengunjungi Korea Selatan minimal satu kali.
Selain itu, pemegang visa Negara OECD; orang yang pendapatannya di atas US$8.000 pertahun; pekerja profesional seperti dokter, pengacara, dosen; serta orang yang lulus dari Universitas di Korea Selatan juga bisa mengajukan Multiple Visa.
Beberapa dokumen yang dibutuhkan adalah rekening koran asli minimal tiga bulan, Surat Keterangan Kerja, SPT PPH 21 dan slip gaji.
Pada 2017 lalu, tercatat ada 300 ribu orang Indonesia yang mengunjungi Korea Selatan. "Target tahun ini semakin banyak. Kami berharap sekatar 400 sampai 500 ribu pengunjung Indonesia ke Korea Selatan. Khususnya semenjak ada perubahan proses pengurusan visa," tutur Chang-beon.
Berita Terkait
-
Hasil Piala Dunia 2026: Meksiko Lolos 32 Besar Usai Kalahkan Korea Selatan
-
Son Heung-min Bidik Rekor Park Ji-sung saat Korea Selatan Tantang Meksiko di Piala Dunia 2026
-
Skandal Rekaman Audio: Saat Martabat Son Heung-min Diinjak-injak Media Korea Selatan
-
Timnas Korea Selatan Dimata-matai Drone saat Latihan Jelang Lawan Meksiko
-
Prediksi Meksiko vs Korea Selatan: Adu Taktik, Siapa yang Kuasai Grup A?
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
4 Alternatif Sepatu Lari ASICS selain Novablast 5, Cocok untuk Daily Trainer Maupun Long Run
-
Listrik PLN Mati Lapor Ke Mana? Ini Panduan Meminta Kompensasi
-
Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
-
Agar Wanginya Tahan Lama, Parfum Sebaiknya Disemprot di Kulit atau Baju?
-
BrookFarm Gelar Almond Run 2026 di GBK, Targetkan Lebih dari 5.000 Peserta
-
5 Panduan Memilih Ukuran Sepatu Lari yang Benar, Kaki Nyaman Bebas Cedera
-
Apakah Sepatu Slip-On Bisa untuk Olahraga? Ini 4 Rekomendasinya yang Cocok
-
Berapa Lama Pemadaman Listrik PLN yang Normal?
-
5 Body Lotion untuk Anak-Anak, Bisa Mencerahkan Kulit yang Kusam atau Terkena Gigitan Nyamuk
-
Bolehkah Memakai Sepatu dari Kulit Babi? Ini Penjelasan Hukumnya dalam Islam