Suara.com - Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan gaya hidup sehat, muncul berbagai komunitas yang mengedepankan praktik nyata dan pesan hidup sehat itu sendiri, salah satunya adalah komunitas Indosweatcamp.
Dibentuk pada Maret 2014 lalu oleh M. Kris Wahyudi dan diva muda Tanah Air, Andien, Indosweatcamp percaya bahwa melakukan olahraga bersama di lapangan terbuka dapat menjaga konsistensi komitmen awal dari berolahraga.
"Komunitas ini dibuat sebagai ajang olahraga bersama di luar ruang. Olahraga tanpa alat, jadi benar-benar hanya menggunakan matras," kata pendiri komunitas Indosweatcamp, M. Kris Wahyudi kepada Suara.com.
Kris yang lahir dan besar di Jakarta telah menjalani sebagian besar hidupnya sebagai pencinta olahraga dan fitness. Ia berkisah bagaimana awalnya ia memiliki tubuh kurus kerempeng dan segan untuk memulai melakukan olahraga.
"Dulu saya kurus dan minder gak mau olahraga. Setelah saya mulai, ternyata orang di sekitar saya support," tambah lelaki kelahiran Mei 1979 tersebut.
Sejak saat itu, Kris percaya bahwa berolahraga bersama bukan hanya dapat menyehatkan fisik tetapi juga psikis.
Komunitas ini rutin mengadakan acara Saturday Morning Sweatcamp yang dilakukan setiap Sabtu pagi di Taman Kerinci, Kebayoran Baru.
Baca Juga: Novanto Minta Hakim Pertimbangkan Status JC, Ini Respon KPK
Dalam setiap pertemuan, Kris mengatakan akan ada sekitar 50 sampai 60 peserta ikut dalam kegiatan olahraga bersama tersebut.
"Di Taman Kerinci kurang lebih 50 sampai 60 orang. Satu lagi di Gandaria City, karena dilakukan malam dan lokasinya lebih luas, yang ikut bisa sampai 100 hingga 130 orang."
Tak perlu menjadi member, Kris mengatakan bahwa setiap orang bisa bergabung dengan komunitas ini.
Alat yang dibawa pun tak berlebihan. Cukup matras, handuk kecil, dan botol minum, seseorang bisa langsung gabung dan mengikuti acara Saturday Morning Sweatcamp dari Indosweatcamp.
"Ini seperti keluarga besar dari berbagai macam kalangan. Di sini kami saling suport untuk jaga makan dan olahraga," kata Kris lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
Terkini
-
Cari Bibit Unggul, Ratu Tisha Puji Festival Sepak Bola Rakyat di 5 Kota
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp488,49 Miliar, ISAT dan ANTM Banyak Dijual
-
Masa TNI Disuruh Masak?: Gatot Nurmantyo Kritik Masifnya Militer di Program MBG dan Kopdes
-
Lahir di Tengah Cuaca Panas Ekstrem, Bayi Gajah Sumatera di Padang Sugihan Dapat Perawatan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Bukan Modifikasi Cuaca, BMKG Jelaskan Penyebab Hujan yang Guyur Jakarta Hari Ini
-
Ulasan Novel Halaman Terakhir, Ketika Kekuasaan Dapat Membungkam Keadilan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
GMFI Mulai Cari Cuan dari Pesawat Militer
-
9 Dosa Daycare Little Aresha Terungkap di Sidang Perdana, Anak Dikurung hingga Dibiarkan Kehausan