Suara.com - Komunitas Temen Main Lestarikan Permainan Tradisional.
Keseruan yang dirasakan saat bermain pemainan tradisional seperti karet, bentengan, petak umpet, congklak atau galasin di masa modern seperti saat ini bagi sebagian orang mungkin hanya bisa menjadi kenangan.
Apalagi, bagi anak-anak generasi Z yang tahun kelahirannya dalam rentang pertengahan tahun 1990-an hingga pertengahan tahun 2000-an dam generasi Alpha atau generasi A yang kelahirannya dimulai dari 2010.
Disebut sebagai anak-anak yang lahir dari generasi Milenial, generasi ini begitu akrab dengan teknologi, bahkan sudah terpapar teknologi sejak mereka dilahirkan.
Rasanya mungkin sangat sulit membayangkan, jika anak-anak dari generasi tersebut bermain berbagai permainan seperti yang sudah disebutkan di atas. Eits, tapi jangan dulu merasa pesimis, berkat komunitas yang didirikan pada 20 September 2015 silam, hal ini bisa saja terjadi.
Komunitas Teman Main namanya, yang hadir di tangan para pemuda yang peduli akan kelestarian permainan tradisional. Di antaranya adalah Agus, Ardist dan Furqon yang akrab disapa dengan panggilan 'kak' oleh anak-anak yang sering mereka ajak bermain.
Sesuai dengan namanya, kata Ketua Komunitas Temen Main, Evin Jevani, komunitas ini dibentuk untuk mengajak anak-anak bermain permainan tradisional bersama sehingga permainan ini bisa terus dikenal dan terjaga kelestariannya.
Selain anak-anak, kata Evin, Komunitas Temen Main juga mengajak ayah dan ibu untuk bisa bermain permainan tradisional, sehingga mereka bisa main bersama anak-anak mereka. Sama seperti tagline yang selalu digaungkan, "karena main butuh temen".
"Seperti yang kita tahu, sekarang kebiasaan bermain bersama, terutama bermain permainan tradisional sudah tidak lagi menjadi pilihan utama bagi anak-anak. Padahal sebenarnya banyak sekali nilai-nilai yang bisa digali dari permainan tradisional untuk anak-anak Indonesia," kata dia pada Suara.com.
Untuk itu, sejak didirikan, lanjut Evin, Komunutas Temen Main sering bekerjasama ke berbagai sekolah, perusahaan, ulangtahun dan berbagai komunitas lain untuk mengadakan kegiatan yang dinamakan 'Bermain Bersama'. Kegiatan ini biasanya dilakukan untuk mengenalkan dan bermain kembali berbagai permainan tradisional.
Baca Juga: Kampiun Piala Asia 2019, Qatar Percaya Diri Menuju Piala Dunia
Selain itu, Komunitas Temen Main juga sering mengadakan Kopi Darat (Kopdar) di beberapa lokasi di Jakarta. Kegiatan lainnya yang lebih bersifat sosial, lanjut Evin juga kerap dilakukan. Nama kegiatannya ialah 'Bermain untuk Berbagi', yaitu kegiatan bermain yang bekerja sama dengan Yayasan Visi Maha Karya dalam rangka membantu Tuna Daksa.
Hingga saat ini, lebih lanjut dia menjelaskan, antusiasme para anggota dan simpatisan dari Komunitas Temen Main cukup banyak dan selalu meningkat, bahkan berjumlah lebih dari 100 orang.
"Kami biasanya bermain karet, engklek, rangku alu, galasin, bentengan, engrang batok, bakiak, engsreng dan transfer stick. Tentu, setiap bermain bersama dilakukan, semuanya, khususnya anak-anak selalu terlihat gembira karena mereka memiliki temen main bersama," ujar dia.
Dengan adanya Komunitas Temen Main, Evin dan teman-temannya berharap dapat bermain bersama dengan seluruh anak-anak Indonesia, sehingga kelestarian permainan terjaga, beserta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Tentunya, bonus tambahan jika permainan tradisional ini dapat dikenal hingga ke mancanegara.
Jadi, siapa bilang anak-anak sekarang tak bisa lagi merasakan serunya bermain saat kita kecil dulu? Ajak saja bermain bersama Komunitas Temen Main dan bergabung di dalamnya untuk bisa mengajak semakin banyak anak Indonesia bermain permainan tradisional.
"Hubungi langsung saja admin di Instagram @Komunitastemenmain," tutup Evin.
Kini permainan tradisional tidak akan hilang dimakan zaman berkat Komunitas Main lestarikan permainan tradisional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek